EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.710 14.735
au AUD 10.340 10.390
sg SGD 10.855 10.875
cn CNY 2.193 2.203
eu EUR
17.290 17.340
tw NTD 480 485
th THB 469 472
jp JPY 139.3 139.7
hk HKD 1.890 1.900

 

(Tuesday) 20 OCTOBER 2020
15:00 WIB
*(Kurs setiap waktu bisa berubah)*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 19.050 19.100
ca CAD 11.100 11.150
ch CHF 16.150 16.200
sa SAR 3.860
3.920
nz NZD
9.600 9.650
my MYR 3.530 3.550
ph PHP 296 303
kr KRW 12.5 12.8
bnd BND 10.765 10.850

 

Pasar Forex Sesi AS, Tekanan Terhadap Euro Untungkan Dolar

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
21 May 2019 21:35
 
Pasar Forex Sesi AS, Tekanan Terhadap Euro Untungkan Dolar
 

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks dolar kembali menguat di perdagangan sesi Amerika Serikat (AS) Selasa (21/5/19) di saat isu perang dagang mulai mereda. Namun di lain pihak pemilu Parlemen Eropa di pekan ini memberikan tekanan bagi euro yang membuat dolar kembali menguat.

Indeks dolar dibentuk dari enam mata uang, dan euro menjadi kontributor terbesar yakni 57,6%. Mata uang lainnya yakni yen, poundsterling, dolar Kanada, franc Swiss, dan krona Swedia.

Euro melemah 0,13% lawan dolar AS, yang membantu indeks dolar naik ke 0,08% ke level 98,02 pada pukul 20:05 WIB mengutip data dari Refinitiv.


Pemilu parlemen Eropa yang akan berlangsung pada 23 - 26 Mei membuat pelaku pasar gugup, dan memberikan tekanan bagi mata uang euro. Partai-partai yang beraliran populis dan partai euroskeptic diprediksi akan mendapat jumlah suara yang besar sehingga berpotensi mengubah wajah perpolitikan Eropa. Dampaknya euro terus tertekan sejak pekan lalu. 

Di sisi lain poundsterling berbalik menguat ke level US$ 1,2733 (+0,03%) setelah Perdana Menteri Theresa May dijadwalkan akan berpidato dan memberikan detail proposal Brexit yang akan diajukan pada awal Juni nanti. PM May dijadwalkan akan berpidato pada pukul 16:00 waktu setempat, melansir Guardian, atau pukul 22:00 WIB.

Sementara itu tensi perang dagang sedikit mereda setelah Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada hari Senin (20/5/2019) waktu setempat memutuskan untuk melonggarkan sejumlah larangan yang dikenakan kepada perusahaan teknologi raksasa asal China, Huawei.

Departemen Perdagangan AS mengizinkan Huawei Technologies Co Ltd untuk membeli barang-barang buatan AS selama 90 hari ke depan atau hingga 19 Agustus 2019. Keputusan tersebut diambil demi mempertahankan jaringan yang sudah ada saat ini dan menyediakan pembaruan (update) piranti lunak bagi ponsel-ponsel Huawei yang sudah ada saat ini, dilansir dari Reuters.

Menurunnya tensi perang dagang membuat yen menjadi kurang dilirik pada hari ini, terbukti mata uang Jepang ini takluk lawan dolar AS.

Dolar sepertinya terlihat masih perkasa pada perdagangan hari ini, dan tekanan bagi rupiah akan bertambah pada perdagangan Rabu (22/5/19) besok.

Source : cnbcindonesia.com

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00