EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.085 14.115
au AUD 10.815 10.855
sg SGD 10.630 10.660
cn CNY 2.173 2.183
eu EUR
17.085 17.135
tw NTD 484 488
th THB 465 469
jp JPY 135.8 136.3
hk HKD 1.809 1.819

 

(Tuesday) 26 JANUARI 2021
09:30 WIB
*(Kurs setiap waktu bisa berubah)*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 19.185 19.235
ca CAD 11.005 11.055
ch CHF 15.830 15.880
sa SAR 3.730
3.760
nz NZD
10.085 10.135
my MYR 3.470 3.485
ph PHP 295 300
kr KRW 12.5 12.7
bnd BND 10.560 10.590

 

 

Pasar Forex Sesi AS, Tekanan Terhadap Euro Untungkan Dolar

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
21 May 2019 21:35
 
Pasar Forex Sesi AS, Tekanan Terhadap Euro Untungkan Dolar
 

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks dolar kembali menguat di perdagangan sesi Amerika Serikat (AS) Selasa (21/5/19) di saat isu perang dagang mulai mereda. Namun di lain pihak pemilu Parlemen Eropa di pekan ini memberikan tekanan bagi euro yang membuat dolar kembali menguat.

Indeks dolar dibentuk dari enam mata uang, dan euro menjadi kontributor terbesar yakni 57,6%. Mata uang lainnya yakni yen, poundsterling, dolar Kanada, franc Swiss, dan krona Swedia.

Euro melemah 0,13% lawan dolar AS, yang membantu indeks dolar naik ke 0,08% ke level 98,02 pada pukul 20:05 WIB mengutip data dari Refinitiv.


Pemilu parlemen Eropa yang akan berlangsung pada 23 - 26 Mei membuat pelaku pasar gugup, dan memberikan tekanan bagi mata uang euro. Partai-partai yang beraliran populis dan partai euroskeptic diprediksi akan mendapat jumlah suara yang besar sehingga berpotensi mengubah wajah perpolitikan Eropa. Dampaknya euro terus tertekan sejak pekan lalu. 

Di sisi lain poundsterling berbalik menguat ke level US$ 1,2733 (+0,03%) setelah Perdana Menteri Theresa May dijadwalkan akan berpidato dan memberikan detail proposal Brexit yang akan diajukan pada awal Juni nanti. PM May dijadwalkan akan berpidato pada pukul 16:00 waktu setempat, melansir Guardian, atau pukul 22:00 WIB.

Sementara itu tensi perang dagang sedikit mereda setelah Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada hari Senin (20/5/2019) waktu setempat memutuskan untuk melonggarkan sejumlah larangan yang dikenakan kepada perusahaan teknologi raksasa asal China, Huawei.

Departemen Perdagangan AS mengizinkan Huawei Technologies Co Ltd untuk membeli barang-barang buatan AS selama 90 hari ke depan atau hingga 19 Agustus 2019. Keputusan tersebut diambil demi mempertahankan jaringan yang sudah ada saat ini dan menyediakan pembaruan (update) piranti lunak bagi ponsel-ponsel Huawei yang sudah ada saat ini, dilansir dari Reuters.

Menurunnya tensi perang dagang membuat yen menjadi kurang dilirik pada hari ini, terbukti mata uang Jepang ini takluk lawan dolar AS.

Dolar sepertinya terlihat masih perkasa pada perdagangan hari ini, dan tekanan bagi rupiah akan bertambah pada perdagangan Rabu (22/5/19) besok.

Source : cnbcindonesia.com

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00