EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.310
13.330
au AUD 10.560 10.590
sg SGD 9.885 9.905
hk HKD 1.703 1.713
cn CNY 2.018 2.028
eu EUR 15.940 15.970
tw NTD 454
459
th THB 402 405
jp JPY 118.7 119.7
(Friday) 22 September 2017 
17:15 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.130 18.180
ca CAD 10.895 10.945
ch CHF 13.800 13.850
sa SAR 3.525
3.555
nz NZD
9.780 9.830
my MYR 3.155
3.175
ph PHP 259 269
kr KRW 11.8 12
bnd BND 9.875 9.895

Rupiah Menguat 5% Tahun Ini, BI: Jangan Terlena

Maikel Jefriando - detikfinance
Senin, 28/03/2016 13:05 WIB
 
Rupiah Menguat 5% Tahun Ini, BI: Jangan TerlenaFoto: Alfathir Yulianda
Jakarta -Selama 2016, nilai tukar rupiah masih berada dalam tren menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Terhitung 14 Maret 2016, rupiah menguat sampai dengan 5,26% (year to date/ytd) seiring dengan derasnya aliran modal masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) dan pasar saham.

Demikianlah diungkapkan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hendar dalam acara seminar Penggunaan instrument derivatif dari lindung nilai atas resiko nilai tukar di Kantor Pusat BI, Jakarta, Senin (28/3/2016).

"Nilai tukar kita relatif membaik, dengan terapresiasi sebesar 5,26% secara ytd," ujar Hendar.

Akan tetapi, bukan berarti kondisi ini tanpa risiko. Terutama terhadap perusahaan dengan utang luar negeri yang sangat besar. Diharapkan perusahaan mau melakukan lindung nilai terhadap mata uang atau hedging, agar tidak menjadi kerugian di kemudian hari. Baik terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta.

"Di tengah sentimen positif yang terus berlangsung di pasar keuangan, tentunya kita tidak boleh terlena," tegasnya.

Hendar mengingatkan ketika periode 2013, saat tiba-tiba rupiah melemah signifikan. Sehingga membuat banyak perusahaan yang mengalami kerugian akibat selisih kurs. PT PLN persero rugi Rp 29,56 triliun, Krakatau Steel Rp 777 miliar. Kemudian Garuda Indonesia dengan keuntungan turun menjadi Rp 6,84 miliar dari Rp 1,4 triliun pada 2012.

"Masih banyak tantangan besar yang perlu dicarikan solusi bersama-sama agar lindung nilai dapat berjalan dengan baik. Meski volume transaksi di pasar derivatif mulai meningkat, jumlah likuiditas valas domestik masih harus kita tingkatkan agar lebih liquid dan menghasilkan harga yang efisien," terangnya.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00