EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.310
13.330
au AUD 10.560 10.590
sg SGD 9.885 9.905
hk HKD 1.703 1.713
cn CNY 2.018 2.028
eu EUR 15.940 15.970
tw NTD 454
459
th THB 402 405
jp JPY 118.7 119.7
(Friday) 22 September 2017 
17:15 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.130 18.180
ca CAD 10.895 10.945
ch CHF 13.800 13.850
sa SAR 3.525
3.555
nz NZD
9.780 9.830
my MYR 3.155
3.175
ph PHP 259 269
kr KRW 11.8 12
bnd BND 9.875 9.895

Dolar Rp 14.200 Bank Masih Aman, Kalau Rp 15.000 Bagaimana ?

Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Selasa, 08/09/2015 12:29 WIB
Dolar Rp 14.200 Bank Masih Aman, Kalau Rp 15.000 Bagaimana?

Jakarta -Kondisi perbankan Indonesia saat ini masih aman, meski dolar AS sudah menyentuh Rp 14.200. Namun bila dolar menyentuh Rp 15.000, kondisi perekonomian dan kesehatan perbankan mulai berdampak.

Menurut Plt Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Fauzi Ichsan mengatakan, pihaknya selaku lembaga yang akan menangani bank gagal, melakukan uji ketahanan (stress test) terkait ketahanan bank menghadapi kondisi nilai tukar dan tekanan ekonomi.

"Kalau kita bicara kasarnya ya, bank yang masih hidup itu kan di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Jadi selama OJK belum melimpahkan bank gagal ke kita, kita masih anggap keadaan aman. Banking stability index LPS pun menunjukkan bahwa keadaan masih relatif aman," jelas Fauzi dalam peluncuran tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) di SMA 68, Salemba, Jakarta, Selasa (8/9/2015).

Sejauh ini belum ada sinyal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melimpahkan bank gagal kepada LPS, kecuali Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Fauzi mengatakan, tiap triwulan hampir pasti ada BPR gagal yang asetnya di bawah Rp 20 miliar.

Lantas bagaimana bila kondisi dolar mencapai Rp 15.000?

"Tentunya kalau rupiah tembus Rp 15.000 per dolar AS, akan berdampak terhadap ekonomi dan tentunya berdampak terhadap NPL (rasio kredit bermasalah) perbankan dan kesehatan bank. Tapi kalau kita lihat tingkat kecukupan modal bank di level 20% masih tinggi ya. Sedangkan kalau kita lihat gross NPL bank di 2,6% masih rendah," papar Fauzi.

Bila NPL bank naik ke tingkat 3% atau 4%, Fauzi mengatakan modal perbankan dalam negeri masih bisa menyerap kerugian yang terjadi.

Fauzi mengatakan, tingkat kesehatan perbankan Indonesia saat ini masih jauh lebih baik ketimbang krisis di 2008 lalu. NPL perbankan saat ini 2,6% sedangkan di 2008 lalu 3,5%. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) rata-rata perbankan saat ini masih sekitar 20%, atau di atas CAR perbankan di 2008 lalu sebesar 17%

"Untuk sementara ini (dolar) di level Rp 14.200 keadaan perbankan masih relatif aman, sesuai indeks stabilitas perbankan LPS," jelas fauzi.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00