EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.310
13.330
au AUD 10.560 10.590
sg SGD 9.885 9.905
hk HKD 1.703 1.713
cn CNY 2.018 2.028
eu EUR 15.940 15.970
tw NTD 454
459
th THB 402 405
jp JPY 118.7 119.7
(Friday) 22 September 2017 
17:15 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.130 18.180
ca CAD 10.895 10.945
ch CHF 13.800 13.850
sa SAR 3.525
3.555
nz NZD
9.780 9.830
my MYR 3.155
3.175
ph PHP 259 269
kr KRW 11.8 12
bnd BND 9.875 9.895

Bos IMF Bicara Soal Rupiah yang Terus Tertekan

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Selasa, 01/09/2015 19:04 WIB
Bos IMF Bicara Soal Rupiah yang Terus Tertekan

Jakarta -Nilai tukar rupiah masih tertekan dolar Amerika Serikat (AS) yang saat ini sudah mencapai Rp 14.000. Pelemahan ini tidak hanya terjadi pada rupiah namun juga mata uang negara lainnya.

Pelemahan ekonomi China dan rencana naiknya suku bunga bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) cukup menekan mata uang negara-negara di dunia khususnya emerging market termasuk Indonesia.

Demikian dikatakan Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde usai mengisi kuliah umum di Kampus Universitas Indonesia (UI), Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015).

"Kita coba melihat dampaknya dari pelemahan ekonomi China, harga komoditas melemah, dan Fed fund rate, ini bisa memicu volatilitas," ujarnya.

Lagarde menilai, meskipun nilai tukar rupiah saat ini dalam keadaan tertekan, namun posisi utang Indonesia masih dinilai aman. Berbeda dengan Irlandia, Portugal, Cyprus yang posisi utangnya lebih tinggi.

"Indonesia masih aman, utang 28% dari GDP. Berbeda dengan Irlandia, Portugal, Cyprus, pinjamannya lebih tinggi," katanya.

Lagarde menjelaskan, yang perlu dilakukan pemerintah Indonesia adalah dengan melakukan berbagai antisipasi, salah satunya dengan melakukan kebijakan moneter dan fiskal yang disiplin.

"Hal terbaik yang dilakukan adalah mengantisipasi kebijakan moneter dan fiskal. Mengurangi defisit. Stabilitas itu penting. Harus fiskal disiplin," ungkap Lagarde.

IMF Yakin RI Bisa Hadapi Tekanan Dolar AS

Kedatangan Lagarde ke Indonesia tentu menjadi 'obat' optimisme bagi masyarakat Indonesia. Ia sendiri masih optimistis jika Indonesia akan bisa melewati berbagai tekanan ekonomi yang datangnya dari luar terutama soal pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Dia optimis bahwa Indonesia bisa menghadapi fluktuasi mata uang dan arus dana yang terjadi saat ini, karena pengalaman Indonesia di masa lalu bisa mengatasi berbagai ketidakpastian krisis maupun mini krisis yang terjadi," ujar Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Mari Elka Pangestu usai menghadiri seminar di Kampus UI, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015).

Dia menjelaskan, untuk tetap bisa menghadapi berbagai tekanan dari luar, Indonesia perlu melakukan berbagai langkah yang tepat.

"Dan beliau sempat pada tanya jawab tadi menyebut manuver dalam kebijakan moneter dan fiskal itu harus tepat dan beberapa kebijakan di sektor riil itu perlu dilakukan dengan baik sehingga ada konsistensi dan iklim investasi yang dibangun sehingga ada investasi bisa masukn" jelas dia.

Yang juga penting, kata Mari, kedatangan Lagarde ke Indonesia murni untuk berbagi pengalaman soal perekonomian di dunia, utamanya ekonomi regional.

"Kesempatannya ya tentu bahwa Madam Lagarde sebagai orang nomor 1 dari IMF datang, kita harus interpretasinya positif bahwa dia datang bukan untuk apa-apa tapi untuk menhadiri konferensi yang sebetulnya dia juga mengakui posisi Indonesia di kawasan ini ya sebagai salah satu leader di kawasan ini," pungkasnya.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00