EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.100
14.125
au AUD 10.010 10.050
sg SGD 10.395 10.415
hk HKD 1.798 1.806
cn CNY 2.075 2.083
eu EUR 15.930 15.970
tw NTD 452 458
th THB 449 453
jp JPY 128 128.5

 

 

(Friday) 15 Februari 2019
  17:15 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4

 

 

EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.050 18.180
ca CAD 10.520 10.660
ch CHF 13.970 14.110
sa SAR 3.750
3.780
nz NZD
9.560 9.700
my MYR 3.450
3.470
ph PHP 269 282
kr KRW 12.4

12.6

bnd BND 10.385 10.410

 


 

'Jangan Ikut-ikutan Beli Dolar'

Maikel Jefriando - detikfinance
Kamis, 27/08/2015 11:37 WIB
Jangan Ikut-ikutan Beli Dolar

Jakarta -Dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat dan saat ini sudah menembus Rp 14.100. Pemerintah tidak mau penguatan dolar ini menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, situasi panik di pasar keuangan dunia memang masih berlanjut.‎ Maka dari itu, pemerintah pimpinan Joko Widodo (Jokowi), akan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi terbaru yang rencananya keluar pekan depan.

"Pemerintah tidak ingin, karena persoalan ini berjalan terus kemudian rumah tangga mulai ikut-ikutan membeli dolar. Oleh karena itu pemerintah mulai fokus menjalankan ini," tegas Darmin, usai menghadiri rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (27/8/2015)

Beberapa waktu sebelumnya, Darmin mengaku telah menyiapkan beberapa hal. Salah‎ satunya dengan mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback). Sehingga IHSG bisa bergerak positif.

"Tapi sebenarnya yang agak masih lambat perbaikannya itu kurs," ujarnya.

Paket kebijakan ekonomi yang dirancang pemerintah mencakup banyak hal. Dengan tujuan agar bisa memperlancar kegiatan ekonomi. Presiden Jokowi meminta agar kebijakan ini bisa keluar pada pekan depan.

"Kita akan jelaskan. Tunggu saja jangan didesak dulu," tegas Darmin.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00