EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.170
14.200
au AUD 9.960 10.010
sg SGD 10.430 10.460
hk HKD 1.805 1.815
cn CNY 2.105 2.110
eu EUR 15.800 15.880
tw NTD 463 467
th THB 444 448
jp JPY 126.8 127.8
(Friday) 26 April 2019
13:10 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.300 18.400
ca CAD 10.500 10.550
ch CHF 13.900 13.980
sa SAR 3.760
3.800
nz NZD
9.400 9.460
my MYR 3.430
3.450
ph PHP 272 280
kr KRW 12.5 12.8
bnd BND 10.420 10.450

'Jangan Ikut-ikutan Beli Dolar'

Maikel Jefriando - detikfinance
Kamis, 27/08/2015 11:37 WIB
Jangan Ikut-ikutan Beli Dolar

Jakarta -Dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat dan saat ini sudah menembus Rp 14.100. Pemerintah tidak mau penguatan dolar ini menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, situasi panik di pasar keuangan dunia memang masih berlanjut.‎ Maka dari itu, pemerintah pimpinan Joko Widodo (Jokowi), akan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi terbaru yang rencananya keluar pekan depan.

"Pemerintah tidak ingin, karena persoalan ini berjalan terus kemudian rumah tangga mulai ikut-ikutan membeli dolar. Oleh karena itu pemerintah mulai fokus menjalankan ini," tegas Darmin, usai menghadiri rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (27/8/2015)

Beberapa waktu sebelumnya, Darmin mengaku telah menyiapkan beberapa hal. Salah‎ satunya dengan mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback). Sehingga IHSG bisa bergerak positif.

"Tapi sebenarnya yang agak masih lambat perbaikannya itu kurs," ujarnya.

Paket kebijakan ekonomi yang dirancang pemerintah mencakup banyak hal. Dengan tujuan agar bisa memperlancar kegiatan ekonomi. Presiden Jokowi meminta agar kebijakan ini bisa keluar pada pekan depan.

"Kita akan jelaskan. Tunggu saja jangan didesak dulu," tegas Darmin.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00