EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.505
13.525
au AUD 10.310 10.340
sg SGD 10.040 10.060
hk HKD 1.730 1.740
cn CNY 2.043 2.053
eu EUR 16.000 16.030
tw NTD 461
466
th THB 414 417
jp JPY 121 122
(Thursday) 24 November 2017 
17:15 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 17.780 18.030
ca CAD 10.660 10.710
ch CHF 13.775 13.825
sa SAR 3.590
3.620
nz NZD
9.400 9.450
my MYR 3.280
3.300
ph PHP 265 275
kr KRW 12.3 12.5
bnd BND 10.030 10.050

 

 

China dan Vietnam Lemahkan Mata Uang, Sofjan Wanandi: Ini Sudah Serius

Maikel Jefriando - detikfinance
Kamis, 20/08/2015 19:38 WIB
China dan Vietnam Lemahkan Mata Uang, Sofjan Wanandi: Ini Sudah Serius
Jakarta -Kondisi perekonomian global semakin mengkhawatirkan setelah beberapa negara berlomba-lomba melemahkan mata uangnya terhadap dolar Amerika Serikat (AS). China dan Vietnam adalah dua negara yang baru-baru ini sengaja lemahkan mata uangnya.

Sofjan Wanandi, Staf Ahli Wakil Presiden, menuturkan kondisi sekarang berada di luar perkiraan. Pemerintah memang tengah sangat berhati-hati dan memilih tidak ikut terlibat dalam perang mata uang ini.

"Itu sangat very unpredictable, dan memang ini adalah serius. Kita juga mesti hati-hati. Kita harus waspadai, jangan menghantam kita punya ekonomi, karena ikut terlibat," jelasnya di kantor Wapres, Jakarta, Kamis (20/8/2015)

Menurut Sofjan, rupiah harus bergerak sesuai dengan fundamentalnya. Sekarang dolar Amerika Serikat (AS) sudah menembus Rp 13.900‎. Rupiah sudah masuk ke level undervalue.

"Kita nggak mau telibat ke sana, menjaga efeknya nggak terlalu besar. Tapi memang ada efek, cuma diminimalisir saja.‎ Tambah lebih lemah lagi rupiah kita, lebih jauh, khawatir juga kan," jelasnya.

Sofjan menilai persoalan baru berdampak terhadap tataran pasar keuangan. Sementara sektor rill masih cukup aman untuk saat sekarang.

"Ini kan cuma efeknya baru pada tataran pasar keuangan. Karena permainan spekulan mata uang saja, supaya mereka untung itu," tegas Sofjan.

Arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah jelas bahwa sekarang fokus untuk pembenahan ekonomi dari dalam.‎ Salah satunya menggenjot investasi dari pemerintah dan swasta serta menjaga konsumsi masyarakat. Agar ekonomi tetap bisa tumbuh.

"Presiden, wapres ingin yang dalam negeri cepat kejar. Sehingga tak terlibat dalam hal-hal ini. Pembangunan kita harus dikejar cepat," pungkasnya.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00