EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.655
13.675
au AUD 10.710 10.740
sg SGD 10.345 10.365
hk HKD 1.744 1.754
cn CNY 2.149 2.159
eu EUR 16.845 16.875
tw NTD 460
465
th THB 433 436
jp JPY 127.6 128.6
(Friday) 23 februari 2018 
17:10 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 19.090
19.140
ca CAD 10.790 10.840
ch CHF 14.700 14.750
sa SAR 3.620
3.650
nz NZD
10.040 10.090
my MYR 3.490
3.510
ph PHP 265 275
kr KRW 12.5 12.7
bnd BND 10.335 10.355

 

 

China dan Vietnam Lemahkan Mata Uang, Sofjan Wanandi: Ini Sudah Serius

Maikel Jefriando - detikfinance
Kamis, 20/08/2015 19:38 WIB
China dan Vietnam Lemahkan Mata Uang, Sofjan Wanandi: Ini Sudah Serius
Jakarta -Kondisi perekonomian global semakin mengkhawatirkan setelah beberapa negara berlomba-lomba melemahkan mata uangnya terhadap dolar Amerika Serikat (AS). China dan Vietnam adalah dua negara yang baru-baru ini sengaja lemahkan mata uangnya.

Sofjan Wanandi, Staf Ahli Wakil Presiden, menuturkan kondisi sekarang berada di luar perkiraan. Pemerintah memang tengah sangat berhati-hati dan memilih tidak ikut terlibat dalam perang mata uang ini.

"Itu sangat very unpredictable, dan memang ini adalah serius. Kita juga mesti hati-hati. Kita harus waspadai, jangan menghantam kita punya ekonomi, karena ikut terlibat," jelasnya di kantor Wapres, Jakarta, Kamis (20/8/2015)

Menurut Sofjan, rupiah harus bergerak sesuai dengan fundamentalnya. Sekarang dolar Amerika Serikat (AS) sudah menembus Rp 13.900‎. Rupiah sudah masuk ke level undervalue.

"Kita nggak mau telibat ke sana, menjaga efeknya nggak terlalu besar. Tapi memang ada efek, cuma diminimalisir saja.‎ Tambah lebih lemah lagi rupiah kita, lebih jauh, khawatir juga kan," jelasnya.

Sofjan menilai persoalan baru berdampak terhadap tataran pasar keuangan. Sementara sektor rill masih cukup aman untuk saat sekarang.

"Ini kan cuma efeknya baru pada tataran pasar keuangan. Karena permainan spekulan mata uang saja, supaya mereka untung itu," tegas Sofjan.

Arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah jelas bahwa sekarang fokus untuk pembenahan ekonomi dari dalam.‎ Salah satunya menggenjot investasi dari pemerintah dan swasta serta menjaga konsumsi masyarakat. Agar ekonomi tetap bisa tumbuh.

"Presiden, wapres ingin yang dalam negeri cepat kejar. Sehingga tak terlibat dalam hal-hal ini. Pembangunan kita harus dikejar cepat," pungkasnya.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00