EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.160
14.180
au AUD 10.080 10.125
sg SGD 10.500 10.525
hk HKD 1.805 1.815
cn CNY 2.115 2.123
eu EUR 16.060 16.100
tw NTD 462 466
th THB 450 453
jp JPY 129 129.5
(Tuesday) 26 March 2019
 09:10 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.630 18.770
ca CAD 10.500 10.640
ch CHF 14.220 14.360
sa SAR 3.770
3.800
nz NZD
9.740 9.870
my MYR 3.480
3.500
ph PHP 270 283
kr KRW 12.6 13
bnd BND 10.460 10.520

Ekonomi Lesu dan Kebanyakan Impor, Mata Uang Negara Ini Jeblok 700%

Wahyu Daniel - detikfinance
Kamis, 20/08/2015 06:28 WIB
Ekonomi Lesu dan Kebanyakan Impor, Mata Uang Negara Ini Jeblok 700%

Jakarta -Ekonomi negara Amerika Latin, yaitu Venezuela tengah goyah, bahkan untuk mendapatkan kebutuhan dasar saja sulit. Nilai mata uang Venezuela, bolivar, terus anjlok terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Turunnya harga minyak, makin memperparah kondisi ekonomi negara produsen minyak ini. Di awal tahun, bahkan pemerintah dari Trinidad dan Tobago menawarkan penukaran minyak Venezuela dengan tisu toilet yang langka di negara tersebut.

Membeli gula, susu, dan terigu juga tidak mudah karena harganya mahal. Kondisi ini disebabkan, karena 70% barang kebutuhan masyarakat didapat dari impor.

Dilansir dari CNN, Kamis (20/8/2015), mayoritas warga Venezuela menukar dolar dengan bolivar menggunakan acuan nilai tukar yang tidak resmi. Ini membuat nilai dolar naik 700% dalam setahun terakhir. Satu dolar pada Agustus tahun lalu nilainya 82 bolivar, sekarang sudah 676 bolivar, menurut situs dolartoday.com.

Penderitaan ekonomi Venezuela disebabkan oleh lonjakan inflasi yang ekstrem, lalu anjloknya harga minyak.

Tahun lalu, inflasi di Venezuela melonjak 68%, dan sejumlah ekonom memprediksi inflasi akan mencapai triple digit di tahun ini. Kondisi tersebut membuat pemerintah bakal makin sulit mengimpor makanan

Presiden Venezuela, nicolas Maduro disebut tidak membantu. Dia melanjutkan program kesejahteraan yang dilakukan oleh presiden sebelumnya, Hugo Chavez.

Anjloknya harga minyak, yang jadi pemasukan utama negara ini, membuat Maduro didorong untuk menemui negara anggota OPEC dan meminta bantuan uang tunai.

Maduro memenjarakan politikus yang tidak setuju dengan kebijakannya. Lalu Maduro juga menciptakan system mata uang dengan 3 nilai tukar acuan. Dia juga menyalahkan pihak luar, seperti pemerintah AS, terkait lesunya perekonomian negara.

Namun Maduro membuat satu kebijakan baru yang disukai warganya, yaitu diperbolehkan membeli dolar. Meski nilainya dibatasi hanya US$ 300 per hari. Dari jumlah ini, US$ 200 boleh dipegang secara tunai, namun US$ 100 harus ditaruh di rekening bank.

Situasi ekonomi Venezuela yang berat ini, membuat banyak pihak meragukan negara ini bisa membayar utang jatuh tempo US$ 5 miliar di Oktober. Venezuela terancam berstatus gagal bayar utang.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00