EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.505
13.525
au AUD 10.310 10.340
sg SGD 10.040 10.060
hk HKD 1.730 1.740
cn CNY 2.043 2.053
eu EUR 16.000 16.030
tw NTD 461
466
th THB 414 417
jp JPY 121 122
(Thursday) 24 November 2017 
17:15 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 17.780 18.030
ca CAD 10.660 10.710
ch CHF 13.775 13.825
sa SAR 3.590
3.620
nz NZD
9.400 9.450
my MYR 3.280
3.300
ph PHP 265 275
kr KRW 12.3 12.5
bnd BND 10.030 10.050

 

 

Dolar AS Nyaris Rp 13.900, Ini Dua Faktor Penyebabnya Menurut Agus Marto

Zulfi Suhendra - detikfinance
Rabu, 19/08/2015 17:40 WIB
Dolar AS Nyaris Rp 13.900, Ini Dua Faktor Penyebabnya Menurut Agus Marto

Jakarta -Nilai tukar dolar terhadap rupiah hampir menembus angka Rp 13.900 dan menembus level tertingginya dalam setahun terakhir. Kondisi ini tak terlepas dari beberapa pengaruh. Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardodjo menyebut ada dua faktor yang menjadi penyebab.

Agus menyebut, kondisi ekonomi yang melemah dan nilai tukar dolar yang terus menguat tak bisa dihindari.

"Memang secara umum kondisi Indonesia tak bisa dihindari dari dua isu utama. Global dan domestik," tutur Agus di acara diskusi bertajuk Peluang dan Tantangan Ekonomi Indonesia Sekarang dan 2016, di kantor Taruna Merah Putih, Menteng, Jakarta, Rabu (19/8/2015).

Agus memaparkan, kondisi global adalah pertumbuhan ekonomi yang melambat juga kekhawatiran Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve Bank (The Fed) bakal menaikkan suku bunganya. Hal itu bakal membuat dolar semakin menguat. Di satu sisi, ekonomi Amerika Serikat perlahan membaik.

"Kita sama-sama melihat kondisi AS, Eropa, semuanya sudah ada perkiraan kenaikan Fed Fund Rate. Ini kondisi ketidakpastian. Kita lihat China, selama 10 tahun terkahir pertumbuhan ekonominya di atas 10%, tapi terus turun sampai 7%, dan tahun ini 6,7%," tambahnya.

Agus mengatakan, di domestik, kondisi penurunan nilai tukar rupiah dipicu karena ada sejumlah harga komoditi yang anjlok, Apalagi, komoditi tersebut adalah komoditi andalah ekspor Indonesia.

"Kondisi pertumbuhan ekonomi yang melambat muncul banyak pertanyaan. Apakah Indonesia pertumbuhannya akan terus turun, dan ada yang tanya fiskal kita kuat apa nggak? Kalau seandainya nilai tukar ada depresiasi itu sesuai yang tak bisa dihindarkan karena ekonomi AS baik dan devaluasi China," tutup Agus.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00