EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.100
14.125
au AUD 10.010 10.050
sg SGD 10.395 10.415
hk HKD 1.798 1.806
cn CNY 2.075 2.083
eu EUR 15.930 15.970
tw NTD 452 458
th THB 449 453
jp JPY 128 128.5

 

 

(Friday) 15 Februari 2019
  17:15 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4

 

 

EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.050 18.180
ca CAD 10.520 10.660
ch CHF 13.970 14.110
sa SAR 3.750
3.780
nz NZD
9.560 9.700
my MYR 3.450
3.470
ph PHP 269 282
kr KRW 12.4

12.6

bnd BND 10.385 10.410

 


 

Dolar AS Nyaris Rp 13.900, BI: Sudah Terjadi 'Perang' Kurs

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Selasa, 18/08/2015 17:57 WIB
Dolar AS Nyaris Rp 13.900, BI: Sudah Terjadi Perang Kurs
 
Jakarta -Dampak pemerintah China melemahkan mata uang Yuan sudah terasa di sektor keuangan negara-negara di dunia terutama negara emerging market termasuk Indonesia.

Dolar AS sempat menanjak hingga ke titik tertingginya hari ini di Rp 13.851. Akibatnya, sejak awal tahun hingga hari ini, rupiah sudah melemah hingga lebih dari 10%

Tak hanya rupiah, mata uang negara-negara lain juga mengalami tekanan. Bank Indonesia (BI) menilai, saat ini sudah terjadi perang kurs alias currency war.

"Sudah terjadi (currency war) secara tidak langsung karena China terus apresiasi sampai 30%, jadi dia terlalu kuat sehingga sekarang melakukan depresiasi mata uangnya," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara saat ditemui di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Tirta menjelaskan, mata uang negara-negara mitra dagang China tentu berdampak pada depresiasi mata uang Yuan.

"China sama trading partner-nya sudah mulai dampaknya seperti Malaysia, Australia, lebih dalam dari Indonesia," sebut dia.

Langkah pemerintah China mendevaluasi mata uangnya bertujuan untuk meningkatkan ekspornya. Selama ini, mata uang China terlalu kuat sehingga barang-barang ekspor China kalah bersaing karena terlalu mahal.

Namun, Tirta mengatakan, Indonesia tidak akan mengikuti langkah China untuk bisa menggenjot ekspornya.

"Kalau Indonesia tidak mengikuti langkah China karena kita sudah undervalue, terlalu melemah sehingga tidak perlu diperlemah lagi," ujarnya.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00