EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.310
13.330
au AUD 10.560 10.590
sg SGD 9.885 9.905
hk HKD 1.703 1.713
cn CNY 2.018 2.028
eu EUR 15.940 15.970
tw NTD 454
459
th THB 402 405
jp JPY 118.7 119.7
(Friday) 22 September 2017 
17:15 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.130 18.180
ca CAD 10.895 10.945
ch CHF 13.800 13.850
sa SAR 3.525
3.555
nz NZD
9.780 9.830
my MYR 3.155
3.175
ph PHP 259 269
kr KRW 11.8 12
bnd BND 9.875 9.895

China Bikin Geger Dunia, AS Takut Dolar Makin Kuat

Maikel Jefriando - detikfinance
Rabu, 12/08/2015 15:48 WIB
China Bikin Geger Dunia, AS Takut Dolar Makin Kuat

Jakarta -Langkah China yang sengaja melemahkan nilai mata uang yuan membuat Amerika Serikat (AS) ketakutan. Rencana bank sentral AS, The Fed untuk menaikkan bunga acuannya bakal mundur di tahun ini.

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan, bila bunga acuan AS naik, maka dolar AS akan makin kuat. Bila ini terjadi, maka barang produksi AS bakal tidak kompetitif dan kalah murah dibandingkan barang China.

"Justru devaluasi China malah bisa membuat The Fed jadi agak ragu-ragu, karena kan kalau dia menaikkan tingkat bunga, makin kuat lagi dia terhadap semua mata uang," tutur Bambang.

"Padahal dengan China mendevaluasi, kan berarti sekarang ini pun dolar makin kuat terhadap China dan yang lainnya. Karena begitu China devaluasi, yang lain ikut pasti, atau yang lain terimbas. Ujungnya kan dolar makin kuat, dolar makin kuat itu juga bisa membuat AS berpikir dua kali," papar Bambang di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8/2015).

Pelemahan yuan yang terjadi ini menambah ketidakpastian di pasar keuangan global. Indonesia harus terus menjaga kestabilan ekonomi di dalam negeri. Jangan sampai, guncangan dari China membuat dana asing keluar.

Bambang tidak bisa menyalahkan langkah yang dilakukan oleh China. Karena langkah itu dilakukan dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi yang melemah dan ekspor yag melambat. China menganggap yuan sudah terlalu kuat, dan membuat nilai barang yang diproduksinya tidak bisa bersaing dengan kondisi ekonomi dunia saat ini.

"Devaluasi China ini kenapa dampaknya besar, mungkin karena semua orang kaget. Tidak menyangka ada gerakan seperti ini," ujar Bambang.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00