EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.100
14.125
au AUD 10.010 10.050
sg SGD 10.395 10.415
hk HKD 1.798 1.806
cn CNY 2.075 2.083
eu EUR 15.930 15.970
tw NTD 452 458
th THB 449 453
jp JPY 128 128.5

 

 

(Friday) 15 Februari 2019
  17:15 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4

 

 

EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.050 18.180
ca CAD 10.520 10.660
ch CHF 13.970 14.110
sa SAR 3.750
3.780
nz NZD
9.560 9.700
my MYR 3.450
3.470
ph PHP 269 282
kr KRW 12.4

12.6

bnd BND 10.385 10.410

 


 

China Bikin Geger Dunia, AS Takut Dolar Makin Kuat

Maikel Jefriando - detikfinance
Rabu, 12/08/2015 15:48 WIB
China Bikin Geger Dunia, AS Takut Dolar Makin Kuat

Jakarta -Langkah China yang sengaja melemahkan nilai mata uang yuan membuat Amerika Serikat (AS) ketakutan. Rencana bank sentral AS, The Fed untuk menaikkan bunga acuannya bakal mundur di tahun ini.

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan, bila bunga acuan AS naik, maka dolar AS akan makin kuat. Bila ini terjadi, maka barang produksi AS bakal tidak kompetitif dan kalah murah dibandingkan barang China.

"Justru devaluasi China malah bisa membuat The Fed jadi agak ragu-ragu, karena kan kalau dia menaikkan tingkat bunga, makin kuat lagi dia terhadap semua mata uang," tutur Bambang.

"Padahal dengan China mendevaluasi, kan berarti sekarang ini pun dolar makin kuat terhadap China dan yang lainnya. Karena begitu China devaluasi, yang lain ikut pasti, atau yang lain terimbas. Ujungnya kan dolar makin kuat, dolar makin kuat itu juga bisa membuat AS berpikir dua kali," papar Bambang di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8/2015).

Pelemahan yuan yang terjadi ini menambah ketidakpastian di pasar keuangan global. Indonesia harus terus menjaga kestabilan ekonomi di dalam negeri. Jangan sampai, guncangan dari China membuat dana asing keluar.

Bambang tidak bisa menyalahkan langkah yang dilakukan oleh China. Karena langkah itu dilakukan dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi yang melemah dan ekspor yag melambat. China menganggap yuan sudah terlalu kuat, dan membuat nilai barang yang diproduksinya tidak bisa bersaing dengan kondisi ekonomi dunia saat ini.

"Devaluasi China ini kenapa dampaknya besar, mungkin karena semua orang kaget. Tidak menyangka ada gerakan seperti ini," ujar Bambang.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00