EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.160
14.180
au AUD 10.760 10.790
sg SGD 10.590 10.610
hk HKD 1.805 1.815
cn CNY 2.216 2.226
eu EUR 16.630 16.660
tw NTD 472
477
th THB 444 447
jp JPY 129,3 130,3
(Friday) 25 Mei 2018 
16:00 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 19.060
19.110
ca CAD 11.030 11.080
ch CHF 14.310 14.360
sa SAR 3.760
3.790
nz NZD
9.980 10.030
my MYR 3.560
3.580
ph PHP 265 275
kr KRW 13.1

13.3

bnd BND 10.580 10.600


 

Ringgit Alami Pelemahan Terburuk di Asia

Jumat, 7 Agustus 2015 | 07:31 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Ringgit mencatatkan pelemahan terbesar di kawasan regional pada transaksi perdagangan Kamis (6/8/2015). Mengutip data Bloomberg, pada pukul 12.13 waktu Kuala Lumpur, ringgit melemah 0,3 persen menjadi 3,8905 per dollar AS.

Bahkan pada transaksi sebelumnya, mata uang Negeri Jiran ini sempat menyentuh posisi 3,8948 atau melemah 0,5 persen ke level terendah sejak September 1998. Pada waktu itu, nilai tukar ringgit berada di posisi 3,9340.

Pelemahan ringgit terjadi seiring melorotnya cadangan devisa mata uang asing Malaysia ke posisi terendah sejak 2008 akibat pengetatan kredit global. Tak ayal, pemerintah Malaysia kekurangan amunisi untuk mempertahankan performa mata uang mereka. Saat ini, ringgit merupakan mata uang dengan performa terburuk di kawasan regional.

"Pasar kemungkinan mulai cemas karena cadangan devisa diprediksi akan turun ke bawah level psikologis 100 miliar dollar AS. Hal ini menandakan Bank Negara akan sulit melakukan intervensi untuk mencegah volatilitas mata uang ringgit belakangan ini," jelas Nizam Idris, Head of Foreign-Exchange and Fixed Income Strategy Macquarie Bank Ltd.

Berdasarkan data yang dirilis bank sentral Malaysia pada 23 Juli lalu, cadangan devisa sebesar 100,5 miliar dollar AS cukup untuk membiayai 7,9 bulan impor dan 1,1 kali utang eksternal jangka pendek.

Sementara itu, investor global sudah melepas kepemilikannya atas saham Malaysia dengan nilai bersih mencapai 11,7 miliar ringgit atau 3 miliar dollar AS di sepanjang tahun ini hingga Juli. Dana asing yang keluar ini merupakan outflow terbesar sejak 2008.

Meski demikian, pasar saham Malaysia dinilai cukup tahan banting. Meski dana asing yang keluar cukup besar, namun, di sepanjang tahun ini, FTSE Bursa Malaysia KLCI Index hanya tergerus 2,9 persen. Sebagai perbandingan, penurunan pasar saham Taiwan dan Indonesia pada periode yang sama masing-masing sebesar 9,6 persen dan 7,3 persen. (Barratut Taqiyyah)

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00