EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.170
14.200
au AUD 9.960 10.010
sg SGD 10.430 10.460
hk HKD 1.805 1.815
cn CNY 2.105 2.110
eu EUR 15.800 15.880
tw NTD 463 467
th THB 444 448
jp JPY 126.8 127.8
(Friday) 26 April 2019
13:10 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.300 18.400
ca CAD 10.500 10.550
ch CHF 13.900 13.980
sa SAR 3.760
3.800
nz NZD
9.400 9.460
my MYR 3.430
3.450
ph PHP 272 280
kr KRW 12.5 12.8
bnd BND 10.420 10.450

Ini Faktor yang Bikin Dolar AS Makin Perkasa

Angga Aliya - detikfinance
Kamis, 06/08/2015 08:11 WIB
Ini Faktor yang Bikin Dolar AS Makin Perkasa

Jakarta -Keperkasaan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) seolah tak terbendung. Ada banyak faktor yang menyebabkan penguatan mata uang Paman Sam.

Menurut Sub Manager Group of Economy Risk and Financial System Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Dienda Siti Rufaedah, mata uang di negara maju masih bisa bertahan terhadap penguatan dolar AS.

Berbeda dengan kinerja mata uang negara maju, mayoritas mata uang negara berkembang masih menunjukkan pelemahan terhadap dolar AS, termasuk juga rupiah.

"Rubel menjadi mata uang yang menunjukkan performa terburuk di bulan Juni 2015 dengan melemah sebesar 5,59% dan ditutup pada level 55,27 per dolar AS," katanya dalam Laporan Perekonomian dan Perbankan LPS bulan Juli, Kamis (6/8/2015).

Tekanan terhadap mata uang rubel didorong oleh anjloknya pasar saham di China menyusul jatuhnya harga minyak. China adalah salah satu konsumen komoditas terbesar dunia sehingga memicu kecemasan melemahnya permintaan global.

Namun bank sentral Rusia menyatakan akan secara aktif melakukan intervensi di pasar, untuk menyokong rubel dari penurunan harga minyak serta guncangan eksternal lainnya.

Di akhir 2015, mata uang rubel diproyeksikan mampu menguat sebesar 6,55% ke level 56,76 per dolar AS.

Sementara meningkatnya permintaan valas untuk pembayaran utang dan dividen di triwulan II-2015 memberikan tekanan terhadap mata uang rupiah.

"Di sisi lain, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan BI rate di level 7,5% dinilai mampu menjadi sentimen positif bagi pergerakan rupiah," ujarnya.

Rupiah tercatat mengalami pelemahan terbatas sebesar 0,87% ke level Rp 13.339 per dolar AS di akhir Juli. Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih menunjukkan perlambatan berpotensi kembali menekan kinerja rupiah.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00