EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.900
14.940
au AUD 10.770 10.850
sg SGD 10.880 10.920
hk HKD 1.905 1.915
cn CNY 2.168 2.180
eu EUR 17.380 17.480
tw NTD 484
488
th THB 457 461
jp JPY 132.8 134
(Wednesday) 19 September 2018
  16:50 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 19.650 19.765
ca CAD 11.450 11.600
ch CHF 15.450 15.520
sa SAR 3.930
3.990
nz NZD
9.780 9.930
my MYR 3.610
3.635
ph PHP 275 283
kr KRW 13,2

13,5

bnd BND 10.860 10.900


 

Rupiah Melemah, Masyarakat Kian Getol Kumpulkan Valas

Rabu, 5 Agustus 2015 | 16:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Depresiasi rupiah mendorong masyarakat getol menggemukkan simpanan valuta asing. Beberapa di antaranya bahkan mengkonversi simpanan dalam bentuk rupiah menjadi dollar AS atau dollar Singapura.

Oki Samudra (31), salah satunya. Karyawan perusahaan pelat merah ini mengaku, mengkonversi seluruh simpanannya dari rupiah ke dollar Singapura baru-baru ini. Alasannya, nilai tukar rupiah semakin loyo dan bunga simpanan di bank tidak menarik.

"Biaya administrasi simpanan valas lumayan besar dan bunganya kecil. Namun, nilai tukar rupiah terhadap dollar sedang tinggi. Jadi, saya memilih mengamankan dollar untuk investasi jangka pendek, seperti berlibur atau perjalanan bisnis," ujarnya kepada Kontan, Rabu (5/8/2015).

Lain cerita dengan Rina L (38). Karyawan bank asing ini mengaku, menyimpan dollar AS sebagai salah satu instrumen investasi yang likuid. "Untuk jangka panjang, dollar AS lebih menjanjikan nilainya seperti reksa dana, bahkan lebih likuid," terang dia.

Rina sendiri menyimpan dollar AS dalam bentuk simpanan di bank. Selain dollar AS, ia juga mengoleksi dollar Singapura dan beberapa mata uang asing lainnya. "Selain dollar AS, mata uang asing lainnya disimpan untuk keperluan jalan-jalan."

Dalam laporan pertumbuhan ekonomi, Lembaga Penjamin Simpanan melansir, simpanan valas di bank meningkat cukup kentara mencapai 22,9 persen pada empat bulan pertama tahun ini. Hal ini dikarenakan depresiasi rupiah yang mendorong masyarakat mengkonversi simpanan rupiah mereka menjadi valas.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00