EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.160
14.190
au AUD 10.140 10.190
sg SGD 10.470 10.490
hk HKD 1.810 1.820
cn CNY 2.090 2.098
eu EUR 16.120 16.180
tw NTD 467 471
th THB 448 452
jp JPY 130.5 131

 

 

(Thursday) 17 Januari 2019
  16:50 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4

 

 

EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.220 18.410
ca CAD 10.620 10.750
ch CHF 14.240 14.370
sa SAR 3.770
3.790
nz NZD
9.520 9.660
my MYR 3.460
3.470
ph PHP 265 278
kr KRW 12.6

12.8

bnd BND 10.340 10.470

 


 

Rupiah Melemah, Masyarakat Kian Getol Kumpulkan Valas

Rabu, 5 Agustus 2015 | 16:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Depresiasi rupiah mendorong masyarakat getol menggemukkan simpanan valuta asing. Beberapa di antaranya bahkan mengkonversi simpanan dalam bentuk rupiah menjadi dollar AS atau dollar Singapura.

Oki Samudra (31), salah satunya. Karyawan perusahaan pelat merah ini mengaku, mengkonversi seluruh simpanannya dari rupiah ke dollar Singapura baru-baru ini. Alasannya, nilai tukar rupiah semakin loyo dan bunga simpanan di bank tidak menarik.

"Biaya administrasi simpanan valas lumayan besar dan bunganya kecil. Namun, nilai tukar rupiah terhadap dollar sedang tinggi. Jadi, saya memilih mengamankan dollar untuk investasi jangka pendek, seperti berlibur atau perjalanan bisnis," ujarnya kepada Kontan, Rabu (5/8/2015).

Lain cerita dengan Rina L (38). Karyawan bank asing ini mengaku, menyimpan dollar AS sebagai salah satu instrumen investasi yang likuid. "Untuk jangka panjang, dollar AS lebih menjanjikan nilainya seperti reksa dana, bahkan lebih likuid," terang dia.

Rina sendiri menyimpan dollar AS dalam bentuk simpanan di bank. Selain dollar AS, ia juga mengoleksi dollar Singapura dan beberapa mata uang asing lainnya. "Selain dollar AS, mata uang asing lainnya disimpan untuk keperluan jalan-jalan."

Dalam laporan pertumbuhan ekonomi, Lembaga Penjamin Simpanan melansir, simpanan valas di bank meningkat cukup kentara mencapai 22,9 persen pada empat bulan pertama tahun ini. Hal ini dikarenakan depresiasi rupiah yang mendorong masyarakat mengkonversi simpanan rupiah mereka menjadi valas.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00