EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.310
13.330
au AUD 10.560 10.590
sg SGD 9.885 9.905
hk HKD 1.703 1.713
cn CNY 2.018 2.028
eu EUR 15.940 15.970
tw NTD 454
459
th THB 402 405
jp JPY 118.7 119.7
(Friday) 22 September 2017 
17:15 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.130 18.180
ca CAD 10.895 10.945
ch CHF 13.800 13.850
sa SAR 3.525
3.555
nz NZD
9.780 9.830
my MYR 3.155
3.175
ph PHP 259 269
kr KRW 11.8 12
bnd BND 9.875 9.895

BI siap intervensi pasar jaga stabilitas rupiah

BI siap intervensi pasar jaga stabilitas rupiah
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo saat menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur mengenai suku buka acuan di Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5).(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Jakarta (ANTARA News) - Bank Indonesia (BI) akan memantau perkembangan nilai tukar rupiah di pasar dan siap melakukan intervensi terukur yang diperlukan untuk menjaga stabilitas kurs rupiah.

"BI akan selalu ada di pasar untuk menjaga rupiah dan intervensi selalu siap kami lakukan dari waktu ke waktu dan dapat terlihat dari menurunnya cadangan devisa kita," kata Gubernur BI Agus Martowardojo saat jumpa pers di Jakarta, Selasa.

Agus menuturkan rata-rata depresiasi rupiah sejak akhir tahun 2014 hingga saat ini sekitar 8,5 persen (year to date/ytd), sedangkan secara bulanan (month to date/mtd) berada di bawah satu persen.

Angka rata-rata tersebut, menurut dia, relatif lebih baik apabila dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan regional.

"Bandingkan dengan month to date di Singapura dan Malaysia serta negara-negara Asean lain yang lebih dari satu persen (mtd)," kata Agus.

Sementara secara tahunan, depresiasi nilai tukar rupiah masih lebih baik dibandingkan dengan negara lain di kawasan dan dunia yang mencapai di atas 10 persen (ytd) bahkan lebih dari 15 persen (ytd).

Menurut Agus, faktor utama pemicu depresiasi rupiah adalah sentimen global, terutama pernyataan Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) soal rencana kenaikan suku bunga.

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah juga turut dipengaruhi oleh persepsi pasar terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat.

"Tetapi, Semester II-2015 kita akan mempunyai pertumbuhan ekonomi di atas lima persen. Kami yakin ini merupakan kondisi yang baik," ujar Agus.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00