EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.600
14.640
au AUD 10.500 10.560
sg SGD 10.660 10.700
hk HKD 1.872 1.883
cn CNY 2.117 2.130
eu EUR 16.600 16.700
tw NTD 487 491
th THB 447 452
jp JPY 131 135
(Friday) 14 Desember 2018
  16:43 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4

 

 

EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.610 18.790
ca CAD 10.840 10.970
ch CHF 14.600 14.730
sa SAR 3.870
3.890
nz NZD
9.850 9.990
my MYR 3.495
3.515
ph PHP 270 280
kr KRW 13

13.2

bnd BND 10.650 10.670


 

Agus Marto: BI Selalu Ada di Pasar untuk Menjaga Rupiah

Selasa, 4 Agustus 2015 | 14:24 WIB
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo
 
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, pihaknya akan senantiasa memantau perkembangan nilai tukar rupiah di pasar dan siap melakukan intervensi secara terukur apabila diperlukan untuk menjaga stabilitas kurs rupiah.
 
"BI akan selalu ada di pasar untuk menjaga rupiah dan intervensi selalu siap kami lakukan dari waktu ke waktu dan dapat terlihat dari menurunnya cadangan devisa kita," ujar Agus saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (4/8/2015).

Agus menuturkan rata-rata depresiasi rupiah sejak akhir tahun 2014 hingga saat ini sekitar 8,5 persen (ytd), sedangkan secara bulanan atau month-to-date (mtd) berada di bawah satu persen.

Menurut Agus, rata-rata tersebut relatif lebih baik apabila dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan regional.

"Bandingkan dengan month to date di Singapura dan Malaysia serta negara-negara ASEAN lain yang lebih dari satu persen (mtd)," kata Agus.

Sementara itu, secara year to date, depresiasi mata uang rupiah juga lebih baik dibandingkan negara lain di regional dan dunia yang mencapai di atas 10 persen (ytd) bahkan lebih dari 15 persen (ytd).

Menurut Agus, faktor utama pemicu depresiasi rupiah adalah sentimen global, terutama pernyataan Bank Sentral AS The Federal Reserve soal rencana kenaikan suku bunga AS.

Selain itu, pelemahan rupiah juga turut dipengaruhi oleh persepsi pasar terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat.

"Tetapi, Semester II-2015 kita akan mempunyai pertumbuhan ekonomi di atas lima persen. Kami yakin ini merupakan kondisi yang baik," ujar Agus.


Editor : Erlangga Djumena
Sumber : Antara
Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00