EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.170
14.200
au AUD 9.960 10.010
sg SGD 10.430 10.460
hk HKD 1.805 1.815
cn CNY 2.105 2.110
eu EUR 15.800 15.880
tw NTD 463 467
th THB 444 448
jp JPY 126.8 127.8
(Friday) 26 April 2019
13:10 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.300 18.400
ca CAD 10.500 10.550
ch CHF 13.900 13.980
sa SAR 3.760
3.800
nz NZD
9.400 9.460
my MYR 3.430
3.450
ph PHP 272 280
kr KRW 12.5 12.8
bnd BND 10.420 10.450

Agus Marto: BI Selalu Ada di Pasar untuk Menjaga Rupiah

Selasa, 4 Agustus 2015 | 14:24 WIB
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo
 
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, pihaknya akan senantiasa memantau perkembangan nilai tukar rupiah di pasar dan siap melakukan intervensi secara terukur apabila diperlukan untuk menjaga stabilitas kurs rupiah.
 
"BI akan selalu ada di pasar untuk menjaga rupiah dan intervensi selalu siap kami lakukan dari waktu ke waktu dan dapat terlihat dari menurunnya cadangan devisa kita," ujar Agus saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (4/8/2015).

Agus menuturkan rata-rata depresiasi rupiah sejak akhir tahun 2014 hingga saat ini sekitar 8,5 persen (ytd), sedangkan secara bulanan atau month-to-date (mtd) berada di bawah satu persen.

Menurut Agus, rata-rata tersebut relatif lebih baik apabila dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan regional.

"Bandingkan dengan month to date di Singapura dan Malaysia serta negara-negara ASEAN lain yang lebih dari satu persen (mtd)," kata Agus.

Sementara itu, secara year to date, depresiasi mata uang rupiah juga lebih baik dibandingkan negara lain di regional dan dunia yang mencapai di atas 10 persen (ytd) bahkan lebih dari 15 persen (ytd).

Menurut Agus, faktor utama pemicu depresiasi rupiah adalah sentimen global, terutama pernyataan Bank Sentral AS The Federal Reserve soal rencana kenaikan suku bunga AS.

Selain itu, pelemahan rupiah juga turut dipengaruhi oleh persepsi pasar terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat.

"Tetapi, Semester II-2015 kita akan mempunyai pertumbuhan ekonomi di atas lima persen. Kami yakin ini merupakan kondisi yang baik," ujar Agus.


Editor : Erlangga Djumena
Sumber : Antara
Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00