EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.505
13.525
au AUD 10.310 10.340
sg SGD 10.040 10.060
hk HKD 1.730 1.740
cn CNY 2.043 2.053
eu EUR 16.000 16.030
tw NTD 461
466
th THB 414 417
jp JPY 121 122
(Thursday) 24 November 2017 
17:15 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 17.780 18.030
ca CAD 10.660 10.710
ch CHF 13.775 13.825
sa SAR 3.590
3.620
nz NZD
9.400 9.450
my MYR 3.280
3.300
ph PHP 265 275
kr KRW 12.3 12.5
bnd BND 10.030 10.050

 

 

Dolar AS Tembus Rp 13.500, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah

Muhammad Idris - detikfinance
Senin, 03/08/2015 15:22 WIB
Dolar AS Tembus Rp 13.500, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah

Jakarta -Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) masih perkasa terhadap rupiah. Hari ini mata uang Paman Sam sempat menyentuh level Rp 13.500.

Head Analis Forex Monex Investiondo Ariston Tjendra mengatakan, belum ada tanda-tanda rupiah membaik hingga beberapa minggu ke depan. Bahkan, jika kondisi ekonomi belum membaik, ditambah situasi ketidakpastian isu ekonomi dari AS, rupiah masih sulit terkoreksi positif.

“Selama kondisi ekonomi secara fundamental belum ada perbaikan, dan diperparah dengan kenaikan suku bunga di AS, ini (pelemahan rupiah) masih mungkin terjadi,” kata Ariston pada detikFinance, Senin (3/8/2015).

Selain rencana penetapan bunga acuan The Fed dan memburuknya kondisi ekonomi dalam negeri, sambung Ariston, pelemahan rupiah juga imbas ketidakpastian angka pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2015.

“Kuartal I kan sudah ditetapkan sebesar 4,7%. Saat ini pelaku pasar juga sedang menanti-nanti angka pasti pengumuman pertumbuhan ekonomi Kuartal II 2015. Ini juga berefek pada pelemahan rupiah, karena estimasi pelaku pasar rata-rata masih pesimis dan penuh gonjang-ganjing,” jelas Ariston.

Ariston mengungkapkan, jika pemerintah tak segera mengambil langkah konkrit perbaikan ekonomi secara fundamental, kepastian kenaikan suku bunga AS dalam beberapa bulan mendatang bisa membuat rupiah lebih anjlok dari nilai sekarang.

“Paling konkrit saat ini adalah infrastruktur. Tekanan ekonomi sekarang sudah sangat tinggi, dan mendorong peningkatan infrastruktur merupakan solusi sekarang paling mendesak dilakukan,” katanya.

“Infrastruktur kan banyak dorong sektor lain dan hasilnya yang paling terlihat cepat di antara yang lain. Rupiah turun kan karena dolar di dalam (negeri) sedikit, kebijakan kenaikan bunga untuk menarik dolar ke dalam juga kurang baik, karena di sisi lain konsumsi jadi berkurang. Kalau infrastruktur didorong, kuartal II harapannya 2015 (pertumbuhan ekonomi) 5% ke atas bisa terealisasi, otomatis rupiah sedikit terbantu,” tambah Ariston.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00