EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.600
14.640
au AUD 10.500 10.560
sg SGD 10.660 10.700
hk HKD 1.872 1.883
cn CNY 2.117 2.130
eu EUR 16.600 16.700
tw NTD 487 491
th THB 447 452
jp JPY 131 135
(Friday) 14 Desember 2018
  16:43 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4

 

 

EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.610 18.790
ca CAD 10.840 10.970
ch CHF 14.600 14.730
sa SAR 3.870
3.890
nz NZD
9.850 9.990
my MYR 3.495
3.515
ph PHP 270 280
kr KRW 13

13.2

bnd BND 10.650 10.670


 

Dolar Rp 13.500, Sofyan Djalil: Jangan Khawatir Ini Beda dengan 1998

Muhammad Idris - detikfinance
Sabtu, 01/08/2015 18:43 WIB
Dolar Rp 13.500, Sofyan Djalil: Jangan Khawatir Ini Beda dengan 1998

Jakarta -Pergerakan dolar AS terus menguat terhadap rupiah. Kemarin pada penutupan perdagangan, dolar menembus Rp 13.500. Pemerintah meminta masyarakat tidak khawatir, karena fenomena ini terjadi hampir di semua mata uang dunia.

Dolar menguat karena isu rencana kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral AS, yaitu Federal Reserve (The Fed). Ini membuat investor beralih ke dolar.

"Pokoknya tidak usah khawatir, orang-orang mengait-ngaitkan dengan 1998. Nih saya ceritakan, dolar kita 1998 waktu itu Rp 2.300, melemah ke 13.000 lebih, jadi berapa ratus persen naiknya. Sekarang melemah dari Rp 11.700 jadi Rp 13.400, jadi pelemahan sekitar sepuluh atau beberapa belas persen," kata Menko Perekonomian Sofyan Djalil, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Sabtu (1/8/2015).

Seperti diketahui, pada masa krisis moneter 1998, dolar AS melonjak hingga Rp 16.650 tepatnya pada 17 Juni. Nah, setelah itu dolar AS mulai melemah secara perlahan di bulan-bulan berikutnya.

Juni lalu, dolar AS tembus kisaran Rp 13.300 yang setara dengan posisinya pada bulan Agustus 1998. Sampai sekarang dolar AS masih tinggi dan setara dengan posisi pada Agustus 1998 tersebut.

Turunnya sejumlah harga komoditas yang dimotori oleh komoditas minyak mentah dunia memberikan imbas positif bagi laju dolar AS untuk dapat bergerak menguat.

Meski begitu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini lebih kuat dan jauh berbeda dengan kondisi di 1998. Mau lihat perbandingan kondisi 1998 dengan sekarang?

Pada kesempatan itu Sofyan mengatakan, mata uang yang masih bisa bertahan dari gempuran penguatan dolar AS adalah, dolar Singapura dan rupee India.

"Kenapa rupee lebih baik, karena mereka mampu memperbaiki struktur ekonomi lebih baik. Kita juga harus perbaiki, tapi spekulasi di pasar itu yang tidak bisa kita halangi, kecuali kita korbankan semua devisa kita," jelas Sofyan.

"Nah itu bukan pilihan. Kita nggak mau dolar terlalu kuat, atau dolar terlalu lemah, karena kalau dolar terlalu kuat itu sangat membebani perusahaan-perusahaan yang berutang ke luar negeri," imbuh Sofyan.

Jadi pemerintah dan BI harus membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS seimbang untuk eksportir dan importir.

"Jangan kayak tahun 2009 dolar sampai Rp 9.000. Akibatnya kita tidak tidak bisa bersaing. Karena rupiah kita terlalu kuat," kata Sofyan.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00