EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.505
13.525
au AUD 10.310 10.340
sg SGD 10.040 10.060
hk HKD 1.730 1.740
cn CNY 2.043 2.053
eu EUR 16.000 16.030
tw NTD 461
466
th THB 414 417
jp JPY 121 122
(Thursday) 24 November 2017 
17:15 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 17.780 18.030
ca CAD 10.660 10.710
ch CHF 13.775 13.825
sa SAR 3.590
3.620
nz NZD
9.400 9.450
my MYR 3.280
3.300
ph PHP 265 275
kr KRW 12.3 12.5
bnd BND 10.030 10.050

 

 

Dolar Rp 13.500, Sofyan Djalil: Jangan Khawatir Ini Beda dengan 1998

Muhammad Idris - detikfinance
Sabtu, 01/08/2015 18:43 WIB
Dolar Rp 13.500, Sofyan Djalil: Jangan Khawatir Ini Beda dengan 1998

Jakarta -Pergerakan dolar AS terus menguat terhadap rupiah. Kemarin pada penutupan perdagangan, dolar menembus Rp 13.500. Pemerintah meminta masyarakat tidak khawatir, karena fenomena ini terjadi hampir di semua mata uang dunia.

Dolar menguat karena isu rencana kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral AS, yaitu Federal Reserve (The Fed). Ini membuat investor beralih ke dolar.

"Pokoknya tidak usah khawatir, orang-orang mengait-ngaitkan dengan 1998. Nih saya ceritakan, dolar kita 1998 waktu itu Rp 2.300, melemah ke 13.000 lebih, jadi berapa ratus persen naiknya. Sekarang melemah dari Rp 11.700 jadi Rp 13.400, jadi pelemahan sekitar sepuluh atau beberapa belas persen," kata Menko Perekonomian Sofyan Djalil, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Sabtu (1/8/2015).

Seperti diketahui, pada masa krisis moneter 1998, dolar AS melonjak hingga Rp 16.650 tepatnya pada 17 Juni. Nah, setelah itu dolar AS mulai melemah secara perlahan di bulan-bulan berikutnya.

Juni lalu, dolar AS tembus kisaran Rp 13.300 yang setara dengan posisinya pada bulan Agustus 1998. Sampai sekarang dolar AS masih tinggi dan setara dengan posisi pada Agustus 1998 tersebut.

Turunnya sejumlah harga komoditas yang dimotori oleh komoditas minyak mentah dunia memberikan imbas positif bagi laju dolar AS untuk dapat bergerak menguat.

Meski begitu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini lebih kuat dan jauh berbeda dengan kondisi di 1998. Mau lihat perbandingan kondisi 1998 dengan sekarang?

Pada kesempatan itu Sofyan mengatakan, mata uang yang masih bisa bertahan dari gempuran penguatan dolar AS adalah, dolar Singapura dan rupee India.

"Kenapa rupee lebih baik, karena mereka mampu memperbaiki struktur ekonomi lebih baik. Kita juga harus perbaiki, tapi spekulasi di pasar itu yang tidak bisa kita halangi, kecuali kita korbankan semua devisa kita," jelas Sofyan.

"Nah itu bukan pilihan. Kita nggak mau dolar terlalu kuat, atau dolar terlalu lemah, karena kalau dolar terlalu kuat itu sangat membebani perusahaan-perusahaan yang berutang ke luar negeri," imbuh Sofyan.

Jadi pemerintah dan BI harus membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS seimbang untuk eksportir dan importir.

"Jangan kayak tahun 2009 dolar sampai Rp 9.000. Akibatnya kita tidak tidak bisa bersaing. Karena rupiah kita terlalu kuat," kata Sofyan.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00