EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.100
14.125
au AUD 10.010 10.050
sg SGD 10.395 10.415
hk HKD 1.798 1.806
cn CNY 2.075 2.083
eu EUR 15.930 15.970
tw NTD 452 458
th THB 449 453
jp JPY 128 128.5

 

 

(Friday) 15 Februari 2019
  17:15 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4

 

 

EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.050 18.180
ca CAD 10.520 10.660
ch CHF 13.970 14.110
sa SAR 3.750
3.780
nz NZD
9.560 9.700
my MYR 3.450
3.470
ph PHP 269 282
kr KRW 12.4

12.6

bnd BND 10.385 10.410

 


 

Dolar Tembus Rp 13.500, Ini Langkah Pemerintahan Jokowi

Muhammad Idris - detikfinance
Sabtu, 01/08/2015 17:34 WIB
Dolar Tembus Rp 13.500, Ini Langkah Pemerintahan Jokowi

Jakarta -Kemarin dolar AS sudah menembus Rp 13.500, atau tepatnya di Rp 13.531. Menghadapi kondisi ini, pemerintah akan terus melakukan perbaikan ekonomi. Sehingga ke depan investasi dan struktur ekonomi baik, dan rupiah kembali menguat.

"Paling penting kita perbaiki struktur ekonomi Indonesia ke depan. Bagaimana membawa ekonomi kita bagus, juga ekspor kita bagus, bagaimana agar investasi masuk, memperbaiki birokrasi, bagaimana agar penegakan hukum lebih pasti. Itu cuma yang akan membuat ekonomi kita bersaing dan kompetitif dan lebih baik, dan itu semua nggak bakal mengubah dolar besok," papar Menko Perekonomian Sofyan Djalil, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Sabtu (1/8/2015).

Penguatan dolar saat ini, ujar Sofyan, terjadi karena aksi spekulasi akibat rencana kenaikan bunga acuan oleh bank sentral AS, yaitu Federal Reserve (The Fed), yang rencananya akan dilakukan September atau Desember ini.

"Setiap isu yang berkembang, maka pelaku pasar akan memakai ini kesempatan untuk melakukan spekulasi, ini tentu merupakan mempengaruhi semua mata uang dunia. Yang tergantung pada dolar, dan karena dolar mata uang paling besar, tentu seluruh dunia akan tergantung pada dolar," jelas Sofyan.

Intervensi oleh Bank Indonesia (BI) juga bakal sia-sia, karena penguatan dolar AS terjadi di seluruh dunia. Menurut Sofyan, lebih baik BI menahan cadangan devisanya, daripada mempertahankan rupiah yang melemah akibat spekulasi.

"Tetapi Bank Indonesia tetap menjaga di pasar supaya kalau turun rupiah bisa tetap reasonable. Paling penting kita perbaiki struktur ekonomi Indonesia ke depan," imbuh Sofyan.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00