EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.100
14.125
au AUD 10.010 10.050
sg SGD 10.395 10.415
hk HKD 1.798 1.806
cn CNY 2.075 2.083
eu EUR 15.930 15.970
tw NTD 452 458
th THB 449 453
jp JPY 128 128.5

 

 

(Friday) 15 Februari 2019
  17:15 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4

 

 

EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.050 18.180
ca CAD 10.520 10.660
ch CHF 13.970 14.110
sa SAR 3.750
3.780
nz NZD
9.560 9.700
my MYR 3.450
3.470
ph PHP 269 282
kr KRW 12.4

12.6

bnd BND 10.385 10.410

 


 

Dolar AS Nyaris Rp 13.500, Menko Sofyan: Orang Senang Spekulasi

Lani Pujiastuti - detikfinance
Jumat, 31/07/2015 14:50 WIB
Dolar AS Nyaris Rp 13.500, Menko Sofyan: Orang Senang Spekulasi

Jakarta -Dolar Amerika Serikat (AS) terus menghantam mata uang negara-negara di dunia termasuk Indonesia. Nilai tukar dolar AS terus menguat mendekati level Rp 13.500. Data kurs tengah BI pada Jumat (31/7/2015) menunjukkan, dolar bergerak di level Rp 13.481.

Isu kenaikan suku bunga Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) memicu orang terus berspekulasi. Saat isu naiknya Fed fund rate dimunculkan sejak setahun terakhir, orang-orang mulai menggeser posisi portolio mereka untuk ditempatkan di instrumen dolar AS yang dinilai lebih aman.

Mata uang negeri Paman Sam tersebut terus menguat, imbasnya rupiah pun terus merosot. Hingga saat ini, isu tersebut belum juga berakhir. Pimpinan The Fed Janet Yellen belum juga memberikan kepastian soal ini, investor pun terus berspekulasi.

Di sisi lain, Indonesia menganut sistem perdagangan terbuka atas transaksi keuangan di dalam negeri seperti saham, obligasi, rupiah, dan lain-lain. Tak heran, saat investor beramai-ramai menarik dananya dari dalam negeri, rupiah goyang.

"Rupiah Rp 13.500 itu risiko perdagangan terbuka. Orang berspekulasi the Fed naikkan suku bunga. Orang akan senang sekali di masa seperti ini untuk spekulasi. Bukan isu baru, isu dunia juga. Pemerintah AS akan naikkan suku bunga," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil saat ditemui di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (31/7/2015).

Meski demikian, Sofyan mengatakan, secara keseluruhan Indonesia masih terbilang cukup aman meskipun kinerja ekspor belum menggembirakan.

"Overall kita oke kan. Walaupun misal ekspor kita berkurang. Kondisi domestik oke, mudah-mudahan target pertumbuhan tercapai," katanya.

Untuk mendorong perbaikan ekonomi domestik di tengah perlambatan ekspor, Sofyan menyebutkan, pihaknya melakukan berbagai kemudahan regulasi seperti mempercepat izin investasi, menggenjot infrastruktur, dan perencanaan anggaran dengan baik.

"Supaya domestik tetap oke, kita memudahkan regulasi, percepat infrastruktur, perencanaan anggaran tahun 2016 begitu tender semua sudah selesai. Perpres (Peraturan Presiden) tentang percepatan proyek-proyek strategis pun menuntut demikian. Segala hambatan yang menghantui birokrasi agar bisa kita hindari," jelas dia.

Sofyan mencontohkan, percepatan yang dimaksud adalah memudahkan izin perusahaan-perusahaan yang ingin membangun proyek-proyek infrastruktur agar bisa berjalan cepat. Ini tentu akan memangkas hambatan peekonomian.

"Seperti PLN mau buat jaringan Jatim-Jabar bisa buat hanya 1 izin, nggak perlu mau bangun 1.000 tower, butuh 1.000 izin. Percepat penyerapan anggaran, Pemda yang masih banyak uang bergerak cepat. Ambil tindakan peringatan bagi yang lamban. Hal-hal yang sangat mendasar kita perbaiki sehingga bisa percepatan. Hambatan dihindari semua itu," tandasnya.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00