EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.160
14.180
au AUD 10.080 10.125
sg SGD 10.500 10.525
hk HKD 1.805 1.815
cn CNY 2.115 2.123
eu EUR 16.060 16.100
tw NTD 462 466
th THB 450 453
jp JPY 129 129.5
(Tuesday) 26 March 2019
 09:10 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.630 18.770
ca CAD 10.500 10.640
ch CHF 14.220 14.360
sa SAR 3.770
3.800
nz NZD
9.740 9.870
my MYR 3.480
3.500
ph PHP 270 283
kr KRW 12.6 13
bnd BND 10.460 10.520

Agus Marto Bicara Soal Dolar AS Rp 13.400

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Kamis, 30/07/2015 20:56 WIB
Agus Marto Bicara Soal Dolar AS Rp 13.400

Palembang -Dolar Amerika Serikat (AS) masih terus menekan nilai tukar rupiah. Posisi mata uang negeri Paman Sam tersebut terus mendekati level Rp 13.500.

Berdasarkan data kurs tengah Bank Indonesia (BI), Kamis (30/7/2015), dolar AS berada di posisi Rp 13.468.

Gubernur BI Agus Martowardojo melihat, nilai tukar rupiah sama halnya dengan nilai tukar negara lain yang tak mampu membendung kuatnya dolar AS.

"Kalau terjadi ada penguatan dolar AS ini sesuatu yang tidak bisa ditahan, ini karena AS membaik," katanya saat ditemui di Hotel Novotel, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (30/7/2015).

Meski demikian, Agus meyakini volatilitas rupiah masih dalam batas wajar. BI sebagai otoritas moneter akan selalu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Saya melihatnya adalah bahwa seperti nilai tukar ini karena kondisi AS membaik, jadi rupiah bisa ke Rp 13.400-Rp 13.450, yang mau kita yakinkan volatilitas tetap dalam range yang baik," terang dia.

Agus menjelaskan, hasil FOMC Meeting (rapat) bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) semalam menetapkan keputusan tetap mempertahankan suku bunga acuannya.

"Itu direspons pasar lebih tenang, volatilitas tetap ada, tapi BI akan menjaga dan nilai tukar rupiah saat ini mencerminkan fundamental," kata dia.

Lebih jauh Agus menjelaskan, isu soal bunga acuan AS (Fed Fund Rate) ini sudah bergulir cukup lama, namun belum ada kepastian hingga saat ini.

Prediksi para analis asing memperkirakan, bunga acuan akan dinaikkan antara September hingga Desember 2015. Pada saatnya nanti, Agus mengatakan, para investor sudah bisa mengantisipasi dampak dari kebijakan bank sentral AS tersebut.

"Dampaknya diharapkan sudah di price-in, kondisi ini yang nyata bahwa AS dan Eropa ada perbaikan. BI akan tetap menjaga supaya tidak terjadi volatilitas tidak sehat. Luar negeri ini masih terus bergejolak tapi secara umum kita percaya diri," jelas Agus.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00