EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.505
13.525
au AUD 10.310 10.340
sg SGD 10.040 10.060
hk HKD 1.730 1.740
cn CNY 2.043 2.053
eu EUR 16.000 16.030
tw NTD 461
466
th THB 414 417
jp JPY 121 122
(Thursday) 24 November 2017 
17:15 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 17.780 18.030
ca CAD 10.660 10.710
ch CHF 13.775 13.825
sa SAR 3.590
3.620
nz NZD
9.400 9.450
my MYR 3.280
3.300
ph PHP 265 275
kr KRW 12.3 12.5
bnd BND 10.030 10.050

 

 

Agus Marto Bicara Soal Dolar AS Rp 13.400

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Kamis, 30/07/2015 20:56 WIB
Agus Marto Bicara Soal Dolar AS Rp 13.400

Palembang -Dolar Amerika Serikat (AS) masih terus menekan nilai tukar rupiah. Posisi mata uang negeri Paman Sam tersebut terus mendekati level Rp 13.500.

Berdasarkan data kurs tengah Bank Indonesia (BI), Kamis (30/7/2015), dolar AS berada di posisi Rp 13.468.

Gubernur BI Agus Martowardojo melihat, nilai tukar rupiah sama halnya dengan nilai tukar negara lain yang tak mampu membendung kuatnya dolar AS.

"Kalau terjadi ada penguatan dolar AS ini sesuatu yang tidak bisa ditahan, ini karena AS membaik," katanya saat ditemui di Hotel Novotel, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (30/7/2015).

Meski demikian, Agus meyakini volatilitas rupiah masih dalam batas wajar. BI sebagai otoritas moneter akan selalu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Saya melihatnya adalah bahwa seperti nilai tukar ini karena kondisi AS membaik, jadi rupiah bisa ke Rp 13.400-Rp 13.450, yang mau kita yakinkan volatilitas tetap dalam range yang baik," terang dia.

Agus menjelaskan, hasil FOMC Meeting (rapat) bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) semalam menetapkan keputusan tetap mempertahankan suku bunga acuannya.

"Itu direspons pasar lebih tenang, volatilitas tetap ada, tapi BI akan menjaga dan nilai tukar rupiah saat ini mencerminkan fundamental," kata dia.

Lebih jauh Agus menjelaskan, isu soal bunga acuan AS (Fed Fund Rate) ini sudah bergulir cukup lama, namun belum ada kepastian hingga saat ini.

Prediksi para analis asing memperkirakan, bunga acuan akan dinaikkan antara September hingga Desember 2015. Pada saatnya nanti, Agus mengatakan, para investor sudah bisa mengantisipasi dampak dari kebijakan bank sentral AS tersebut.

"Dampaknya diharapkan sudah di price-in, kondisi ini yang nyata bahwa AS dan Eropa ada perbaikan. BI akan tetap menjaga supaya tidak terjadi volatilitas tidak sehat. Luar negeri ini masih terus bergejolak tapi secara umum kita percaya diri," jelas Agus.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00