EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.310
13.330
au AUD 10.560 10.590
sg SGD 9.885 9.905
hk HKD 1.703 1.713
cn CNY 2.018 2.028
eu EUR 15.940 15.970
tw NTD 454
459
th THB 402 405
jp JPY 118.7 119.7
(Friday) 22 September 2017 
17:15 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.130 18.180
ca CAD 10.895 10.945
ch CHF 13.800 13.850
sa SAR 3.525
3.555
nz NZD
9.780 9.830
my MYR 3.155
3.175
ph PHP 259 269
kr KRW 11.8 12
bnd BND 9.875 9.895

Agus Marto Bicara Soal Dolar AS Rp 13.400

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Kamis, 30/07/2015 20:56 WIB
Agus Marto Bicara Soal Dolar AS Rp 13.400

Palembang -Dolar Amerika Serikat (AS) masih terus menekan nilai tukar rupiah. Posisi mata uang negeri Paman Sam tersebut terus mendekati level Rp 13.500.

Berdasarkan data kurs tengah Bank Indonesia (BI), Kamis (30/7/2015), dolar AS berada di posisi Rp 13.468.

Gubernur BI Agus Martowardojo melihat, nilai tukar rupiah sama halnya dengan nilai tukar negara lain yang tak mampu membendung kuatnya dolar AS.

"Kalau terjadi ada penguatan dolar AS ini sesuatu yang tidak bisa ditahan, ini karena AS membaik," katanya saat ditemui di Hotel Novotel, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (30/7/2015).

Meski demikian, Agus meyakini volatilitas rupiah masih dalam batas wajar. BI sebagai otoritas moneter akan selalu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Saya melihatnya adalah bahwa seperti nilai tukar ini karena kondisi AS membaik, jadi rupiah bisa ke Rp 13.400-Rp 13.450, yang mau kita yakinkan volatilitas tetap dalam range yang baik," terang dia.

Agus menjelaskan, hasil FOMC Meeting (rapat) bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) semalam menetapkan keputusan tetap mempertahankan suku bunga acuannya.

"Itu direspons pasar lebih tenang, volatilitas tetap ada, tapi BI akan menjaga dan nilai tukar rupiah saat ini mencerminkan fundamental," kata dia.

Lebih jauh Agus menjelaskan, isu soal bunga acuan AS (Fed Fund Rate) ini sudah bergulir cukup lama, namun belum ada kepastian hingga saat ini.

Prediksi para analis asing memperkirakan, bunga acuan akan dinaikkan antara September hingga Desember 2015. Pada saatnya nanti, Agus mengatakan, para investor sudah bisa mengantisipasi dampak dari kebijakan bank sentral AS tersebut.

"Dampaknya diharapkan sudah di price-in, kondisi ini yang nyata bahwa AS dan Eropa ada perbaikan. BI akan tetap menjaga supaya tidak terjadi volatilitas tidak sehat. Luar negeri ini masih terus bergejolak tapi secara umum kita percaya diri," jelas Agus.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00