EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.100
14.125
au AUD 10.010 10.050
sg SGD 10.395 10.415
hk HKD 1.798 1.806
cn CNY 2.075 2.083
eu EUR 15.930 15.970
tw NTD 452 458
th THB 449 453
jp JPY 128 128.5

 

 

(Friday) 15 Februari 2019
  17:15 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4

 

 

EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.050 18.180
ca CAD 10.520 10.660
ch CHF 13.970 14.110
sa SAR 3.750
3.780
nz NZD
9.560 9.700
my MYR 3.450
3.470
ph PHP 269 282
kr KRW 12.4

12.6

bnd BND 10.385 10.410

 


 

BI: Nilai Transaksi Fintech Masih Kalah Jauh dari "E-commerce"

Rabu, 30 November 2016 | 15:11 WIB
 

 

NUSA DUA, KOMPAS.com - Bank Indonesia mencatat nilai transaksi financial technology (fintech) jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan transaksi e-dagang (e-commerce).

Sepanjang 2015, nilai transaksi di e-commerce Indonesia mencapai 3,5 miliar dollar AS. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya 2,6 miliar dollar AS. Untuk tahun ini, angka resmi belum dirilis.

"Nilai transaksi e-commerce cukup besar di Indonesia. Kalau fintech masih belum terlalu besar dan kami sejauh ini masih terus melakukan pendataan," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas di sela-sela konferensi internasional "Financial Inclusion & Financial Stability" di Grand Hyatt, Nusa Dua, Rabu (30/11/2016).

Mengacu pada data BI, nilai transaksi e-commerce terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Hal ini didorong oleh tren naiknya belanja di kalangan kaum muda.

Sejauh ini, metode pembayaran masih didominasi mealui transfer perbankan, disusul dengan menggunakan kartu kredit.

Sementara itu, terkait dengan fintech, BI hingga saat ini terus melakukan pendataan terhadap para startup yang berkecimpung di sektor ini.

Bank Indonesia mencatat jumlah pelaku fintech  yang telah didaftar telah mencapai sekitar 100 pelaku.

Ronald Waas mengatakan, pendataan dilakukan melalui Klinik Fintech yang disediakan oleh bank sentral. Melalui klinik tersebut, para startup yang ada di sektor ini melakukan konsultasi seputar bisnis mereka.

"Potensi fintech ini besar, tapi mungkin juga mereka ada yang bisnisnya masuk ke yang biasa. Makanya, kami membuka klinik untuk membantu mereka melakukan konsultasi seputar kegiatan bisnisnya, termasuk aturan-aturan yang ada," lanjut dia.

Sejauh ini ada empat kelompok fintech, yakni peer to peer landingyang berupa pemberian pinjaman, market provisioninginvestment, kemudian pembayaran.

"Adapun yang kami atur adalah lebih ke payment atau pembayaran. Itu yang saat ini kami terus lakukan pendataan," jelas Ronald.

BI sebelumnya menyatakan jumlah perusahaan penyedia layanan keuangan berbasis teknologi atau financial technology (fintech) kian bertambah.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00