EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.520
13.540
au AUD 10.230 10.260
sg SGD 9.980 10.000
hk HKD 1.730 1.740
cn CNY 2.030 2.040
eu EUR 15.900 15.930
tw NTD 460
465
th THB 412 415
jp JPY 120.3 121.3
(Monday) 20 November 2017 
17:00 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 17.910 17.960
ca CAD 10.650 10.700
ch CHF 13.680 13.730
sa SAR 3.595
3.625
nz NZD
9.300 9.350
my MYR 3.235
3.255
ph PHP 263 273
kr KRW 12.1 12.3
bnd BND 9.970 9.990

Rupiah Menguat 5% Tahun Ini, BI: Jangan Terlena

Maikel Jefriando - detikfinance
Senin, 28/03/2016 13:05 WIB
 
Rupiah Menguat 5% Tahun Ini, BI: Jangan TerlenaFoto: Alfathir Yulianda
Jakarta -Selama 2016, nilai tukar rupiah masih berada dalam tren menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Terhitung 14 Maret 2016, rupiah menguat sampai dengan 5,26% (year to date/ytd) seiring dengan derasnya aliran modal masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) dan pasar saham.

Demikianlah diungkapkan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hendar dalam acara seminar Penggunaan instrument derivatif dari lindung nilai atas resiko nilai tukar di Kantor Pusat BI, Jakarta, Senin (28/3/2016).

"Nilai tukar kita relatif membaik, dengan terapresiasi sebesar 5,26% secara ytd," ujar Hendar.

Akan tetapi, bukan berarti kondisi ini tanpa risiko. Terutama terhadap perusahaan dengan utang luar negeri yang sangat besar. Diharapkan perusahaan mau melakukan lindung nilai terhadap mata uang atau hedging, agar tidak menjadi kerugian di kemudian hari. Baik terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta.

"Di tengah sentimen positif yang terus berlangsung di pasar keuangan, tentunya kita tidak boleh terlena," tegasnya.

Hendar mengingatkan ketika periode 2013, saat tiba-tiba rupiah melemah signifikan. Sehingga membuat banyak perusahaan yang mengalami kerugian akibat selisih kurs. PT PLN persero rugi Rp 29,56 triliun, Krakatau Steel Rp 777 miliar. Kemudian Garuda Indonesia dengan keuntungan turun menjadi Rp 6,84 miliar dari Rp 1,4 triliun pada 2012.

"Masih banyak tantangan besar yang perlu dicarikan solusi bersama-sama agar lindung nilai dapat berjalan dengan baik. Meski volume transaksi di pasar derivatif mulai meningkat, jumlah likuiditas valas domestik masih harus kita tingkatkan agar lebih liquid dan menghasilkan harga yang efisien," terangnya.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00