EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.600
14.640
au AUD 10.500 10.560
sg SGD 10.660 10.700
hk HKD 1.872 1.883
cn CNY 2.117 2.130
eu EUR 16.600 16.700
tw NTD 487 491
th THB 447 452
jp JPY 131 135
(Friday) 14 Desember 2018
  16:43 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4

 

 

EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.610 18.790
ca CAD 10.840 10.970
ch CHF 14.600 14.730
sa SAR 3.870
3.890
nz NZD
9.850 9.990
my MYR 3.495
3.515
ph PHP 270 280
kr KRW 13

13.2

bnd BND 10.650 10.670


 

Rupiah Menguat, IHSG Menanjak 47 Poin

Angga Aliya - detikfinance
Senin, 19/10/2015 16:14 WIB
Rupiah Menguat, IHSG Menanjak 47 Poin

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 47 poin didorong penguatan saham-saham unggulan. Naiknya IHSG juga terbantu penguatan rupiah.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat. Dolar AS berada di Rp 13.506 dibandingkan posisi pada perdagangan akhir pekan lalu di Rp 13.535.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik 12,828 poin (0,28%) ke level 4.534,710 menjadi satu-satunya yang menghijau di antara bursa regional. Aksi beli selektif investor domestik membuat IHSG bertahan positif.

Aksi beli selektif mendorong saham-saham menguat. Delapan sektor industri di lantai bursa berhasil menguat, sektor pertambangan dan industri dasar melemah.

Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG bertambah 33,284 poin (0,74%) ke level 4.555,166 bertahan positif di tengah koreksi pasar saham Asia. Investor asing mulai kembali berburu saham.

Melambatnya ekonomi China tidak membuat investor berhenti berburu saham potensial. Saham-saham unggulan, seperti perbankan dan konsumer masih diminati investor.

China mencatatkan pertumbuhan ekonomi 6,9% sepanjang kuartal III-2015. Angka ini merupakan yang terendah sejak krisis keuangan global terjadi di 2009 lalu.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (19/10/2015), IHSG ditutup menanjak 47,962 poin (1,06%) ke level 4.569,844. Sementara Indeks LQ45 ditutup melaju 13,117 poin (1,70%) ke level 785,388.

Indeks berhasil menghindari zona merah sepanjang perdagangan hari ini. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 261,189 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 241.902 kali dengan volume 7,59 miliar lembar saham senilai Rp 5,139 triliun. Sebanyak 166 saham naik, 115 turun, dan 77 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan mix, hanya pasar saham Hong Kong yang menguat. IHSG jauh meninggalkan indeks acuan regional.

Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 turun 160,57 poin (0,88%) ke level 18.131,23.
  • Indeks Hang Seng naik tipis 8,24 poin (0,04%) ke level 23.075,61.
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 4,65 poin (0,14%) ke level 3.386,70.
  • Indeks Straits Times berkurang 3,83 poin (0,13%) ke level 3.026,78.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Merck (MERK) naik Rp 8.000 ke Rp 140.000, Mandom (TCID) naik Rp 1.450 ke Rp 17.950, Unilever (UNVR) naik Rp 750 ke Rp 38.325, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 725 ke Rp 19.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 2.975 ke Rp 28.025, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 900 ke Rp 12.000, Indocement (INTP) turun Rp 650 ke Rp 18.900, dan Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 500 ke Rp 10.500.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00