EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.505
13.525
au AUD 10.310 10.340
sg SGD 10.040 10.060
hk HKD 1.730 1.740
cn CNY 2.043 2.053
eu EUR 16.000 16.030
tw NTD 461
466
th THB 414 417
jp JPY 121 122
(Thursday) 24 November 2017 
17:15 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 17.780 18.030
ca CAD 10.660 10.710
ch CHF 13.775 13.825
sa SAR 3.590
3.620
nz NZD
9.400 9.450
my MYR 3.280
3.300
ph PHP 265 275
kr KRW 12.3 12.5
bnd BND 10.030 10.050

 

 

Dolar AS Balik ke Rp 13.000-an, Ini yang Bikin Rupiah Kuat

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Senin, 12/10/2015 15:28 WIB
Dolar AS Balik ke Rp 13.000-an, Ini yang Bikin Rupiah Kuat

Jakarta -Nilai tukar rupiah menguat tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pekan lalu. Bahkan dolar AS bisa keok hingga lebih dari 1.000 poin hingga turun ke kisaran Rp 13.000-an dalam sepekan.

Banyak faktor yang bikin rupiah menguat atau dolar AS melemah. Faktor-faktor ini datang dari luar dan dalam negeri.

Menurut Ekonom BCA, David Sumual, beberapa faktor yang bikin rupiah menguat mulai dari pinjaman luar negeri hingga paket kebijakan yang dirilis Pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Iya, termasuk itu (pinjaman dari China). Selain itu memang banyak sentimen positif. Masih berpeluang untuk menguat lagi rupiah," katanya kepada detikFinance, Senin (12/10/2015).

Selain itu, ada aksi korporasi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menarik investor asing untuk masuk, contohnya adalah rencana penerbitan saham baru (rights issue) PT HM Sampoerna Tbk (HSMP).

Tiga paket kebijakan pemerintah yang dirilis tiap pekan juga disambut positif oleh pelaku pasar. Hal ini turut menyumbang sentimen positif kepada penguatan rupiah.

"Apalagi ada sentimen positif HM Sampoerna rights issue, paket kebijakan juga positif. Rupiah sudah dalam fundamentalnya, fundamental rupiah di Rp 13.400-13.900," katanya.

Sementara dari luar negeri, dolar AS melemah gara-gara bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), akhirnya menahan suku bunga di posisi nyaris nol. Spekulasi akan naiknya suku bunga AS pun hampir sirna.

"Tapi ada yang harus diwaspadai, Wakil Gubernur The Fed sempet bilang ada kemungkinan AS naikan suku bunga tahun ini. Jadi ada kemungkinan dolar menguat lagi," ucapnya.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00