EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.600
14.630
au AUD 10.660 10.690
sg SGD 10.625 10.645
hk HKD 1.858 1.868
cn CNY 2.115 2.125
eu EUR 16.660 16.690
tw NTD 470
475
th THB 440 445
jp JPY 131,5 132,5
(Thursday) 16 August 2018 
17:25 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.650 18.700
ca CAD 11.185 11.235
ch CHF 14.730 14.780
sa SAR 3.920
3.950
nz NZD
9.700 9.750
my MYR 3.570
3.590
ph PHP 275 285
kr KRW 12.8

13

bnd BND 10.600 10.620


 

Dolar AS Balik ke Rp 13.000-an, Ini yang Bikin Rupiah Kuat

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Senin, 12/10/2015 15:28 WIB
Dolar AS Balik ke Rp 13.000-an, Ini yang Bikin Rupiah Kuat

Jakarta -Nilai tukar rupiah menguat tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pekan lalu. Bahkan dolar AS bisa keok hingga lebih dari 1.000 poin hingga turun ke kisaran Rp 13.000-an dalam sepekan.

Banyak faktor yang bikin rupiah menguat atau dolar AS melemah. Faktor-faktor ini datang dari luar dan dalam negeri.

Menurut Ekonom BCA, David Sumual, beberapa faktor yang bikin rupiah menguat mulai dari pinjaman luar negeri hingga paket kebijakan yang dirilis Pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Iya, termasuk itu (pinjaman dari China). Selain itu memang banyak sentimen positif. Masih berpeluang untuk menguat lagi rupiah," katanya kepada detikFinance, Senin (12/10/2015).

Selain itu, ada aksi korporasi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menarik investor asing untuk masuk, contohnya adalah rencana penerbitan saham baru (rights issue) PT HM Sampoerna Tbk (HSMP).

Tiga paket kebijakan pemerintah yang dirilis tiap pekan juga disambut positif oleh pelaku pasar. Hal ini turut menyumbang sentimen positif kepada penguatan rupiah.

"Apalagi ada sentimen positif HM Sampoerna rights issue, paket kebijakan juga positif. Rupiah sudah dalam fundamentalnya, fundamental rupiah di Rp 13.400-13.900," katanya.

Sementara dari luar negeri, dolar AS melemah gara-gara bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), akhirnya menahan suku bunga di posisi nyaris nol. Spekulasi akan naiknya suku bunga AS pun hampir sirna.

"Tapi ada yang harus diwaspadai, Wakil Gubernur The Fed sempet bilang ada kemungkinan AS naikan suku bunga tahun ini. Jadi ada kemungkinan dolar menguat lagi," ucapnya.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00