EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 15.185
15.210
au AUD 10.810 10.865
sg SGD 11.025 11.055
hk HKD 1.943 1.951
cn CNY 2.194 2.203
eu EUR 17.510 17.560
tw NTD 494 498
th THB 465 469
jp JPY 135.5 136.2
(Thursday) 18 October 2018
  17:00 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 19.905 20.045
ca CAD 11.585 11.725
ch CHF 15.210 15.350
sa SAR 4.020
4.050
nz NZD
10.000 10.140
my MYR 3.670
3.690
ph PHP 278 286
kr KRW 13,5

13,8

bnd BND 11.005 11.035


 

Dolar AS Balik ke Rp 13.000-an, Ini yang Bikin Rupiah Kuat

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Senin, 12/10/2015 15:28 WIB
Dolar AS Balik ke Rp 13.000-an, Ini yang Bikin Rupiah Kuat

Jakarta -Nilai tukar rupiah menguat tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pekan lalu. Bahkan dolar AS bisa keok hingga lebih dari 1.000 poin hingga turun ke kisaran Rp 13.000-an dalam sepekan.

Banyak faktor yang bikin rupiah menguat atau dolar AS melemah. Faktor-faktor ini datang dari luar dan dalam negeri.

Menurut Ekonom BCA, David Sumual, beberapa faktor yang bikin rupiah menguat mulai dari pinjaman luar negeri hingga paket kebijakan yang dirilis Pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Iya, termasuk itu (pinjaman dari China). Selain itu memang banyak sentimen positif. Masih berpeluang untuk menguat lagi rupiah," katanya kepada detikFinance, Senin (12/10/2015).

Selain itu, ada aksi korporasi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menarik investor asing untuk masuk, contohnya adalah rencana penerbitan saham baru (rights issue) PT HM Sampoerna Tbk (HSMP).

Tiga paket kebijakan pemerintah yang dirilis tiap pekan juga disambut positif oleh pelaku pasar. Hal ini turut menyumbang sentimen positif kepada penguatan rupiah.

"Apalagi ada sentimen positif HM Sampoerna rights issue, paket kebijakan juga positif. Rupiah sudah dalam fundamentalnya, fundamental rupiah di Rp 13.400-13.900," katanya.

Sementara dari luar negeri, dolar AS melemah gara-gara bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), akhirnya menahan suku bunga di posisi nyaris nol. Spekulasi akan naiknya suku bunga AS pun hampir sirna.

"Tapi ada yang harus diwaspadai, Wakil Gubernur The Fed sempet bilang ada kemungkinan AS naikan suku bunga tahun ini. Jadi ada kemungkinan dolar menguat lagi," ucapnya.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00