EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 15.185
15.210
au AUD 10.810 10.865
sg SGD 11.025 11.055
hk HKD 1.943 1.951
cn CNY 2.194 2.203
eu EUR 17.510 17.560
tw NTD 494 498
th THB 465 469
jp JPY 135.5 136.2
(Thursday) 18 October 2018
  17:00 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 19.905 20.045
ca CAD 11.585 11.725
ch CHF 15.210 15.350
sa SAR 4.020
4.050
nz NZD
10.000 10.140
my MYR 3.670
3.690
ph PHP 278 286
kr KRW 13,5

13,8

bnd BND 11.005 11.035


 

Darmin Sebut Penguatan Rupiah Masih akan Berlanjut

Maikel Jefriando - detikfinance
Rabu, 07/10/2015 20:11 WIB
Darmin Sebut Penguatan Rupiah Masih akan Berlanjut

Jakarta -Nilai tukar rupiah terus berada dalam tren menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Hanya dalam waktu beberapa hari, dolar AS meninggalkan level Rp 14.000 dan bahkan mampu menyentuh Rp 13.700.

Menko Perekonomian Darmin Nasution menilai, posisi nilai tukar sekarang masih berada di bawah fundamentalnya. Sehingga masih berpeluang terus menguat terhadap dolar AS, tergantung dari kondisi ekonomi global dan dalam negeri.

"Kita melihat kalau kita ukur sebenarnya rupiah masih under value, terlalu rendah nilainya. Jadi rupiah arahnya akan bergerak menguat, nah sampai kapan? tergantung juga kondisi dunia seperti apa bergeraknya, berkembangnya," ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/10/2015).

Menurut Darmin, penguatan rupiah dipengaruhi oleh dua hal. Pertama, dari kondisi perekonomian global, khususnya dari kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) yang tidak menaikkan suku bunga acuan pada September lalu.

Kedua adalah faktor dari dalam negeri, yaitu setelah dikeluarkannya beberapa kebijakan oleh pemerintah, berupa paket September I dan II. Investor melihat ada tekad pemerintah untuk menjalankan reformasi struktural.

"Dengan berbagai alasan, bisa karena ekonomi AS tidak terlalu baik, bisa karena perbaikan-perbaikan, deregulasi kebijakan. Ini sebenarnya bergerak ke arah normalisasi kurs itu sendiri. Kita kembali ke arah mendekati nilai fundamental, belum tapi kira-kira itu. Itu susah mengukur-ukurnya, tetapi dua-duanya bekerja," paparnya.

Dengan diluncurkannya paket kebijakan yang ketiga, pemerintah berharap setimen positif di pasar keuangan terus berlanjut. Sehingga mampu mendorong rupiah kembali pada level fundamentalnya.

"Mudah-mudahan, kita berharap begitu, paket ketiga pun bisa berharap mendorong lebih lanjut rupiah," tegas Darmin.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00