EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.170
14.200
au AUD 9.960 10.010
sg SGD 10.430 10.460
hk HKD 1.805 1.815
cn CNY 2.105 2.110
eu EUR 15.800 15.880
tw NTD 463 467
th THB 444 448
jp JPY 126.8 127.8
(Friday) 26 April 2019
13:10 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.300 18.400
ca CAD 10.500 10.550
ch CHF 13.900 13.980
sa SAR 3.760
3.800
nz NZD
9.400 9.460
my MYR 3.430
3.450
ph PHP 272 280
kr KRW 12.5 12.8
bnd BND 10.420 10.450

Dolar AS Rp 14.700, BI: Fundamentalnya Rp 13.300-13.700

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Senin, 28/09/2015 17:58 WIB
Dolar AS Rp 14.700, BI: Fundamentalnya Rp 13.300-13.700

Jakarta -Tekanan global tak bisa dihindari. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kian terperosok. Hari ini, dolar AS terus menekan rupiah hingga nyaris Rp 14.700.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, kondisi nilai tukar rupiah saat ini sudah dalam posisi undervalue. Dalam posisi fundamental, dolar AS seharusnya berada di level Rp 13.300-Rp 13.700.

"Kalau dilihat kurs sekarang sudah semakin undervalue. Kalau fundamentalnya itu Rp 13.300-Rp 13.700 di kuartal ketiga dan keempat," kata dia saat ditemui di Ruang Banggar, Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2015).

Perry mengatakan, selain karena faktor eksternal, tertekannya nilai tukar rupiah disebabkan masalah persepsi. Masyarakat menganggap jika penempatan dana yang paling aman adalah di instrumen dolar AS, yang saat ini terus menguat.

"Di global ada wacana kenaikan Fed fund rate, dolar menguat. Di dalam negeri banyak orang belum perlu beli dolar tapi beli. Jadi, ini masalah persepsi," terang dia.

Namun, Perry menyebutkan, ketidakpastian tersebut perlahan akan mulai berakhir. Gubernur bank sentral AS Janet Yellen mengisyaratkan jika suku bunga acuan AS akan dinaikkan pada Desember 2015.

"Madam Yellen sudah sampaikan kenaikan Desember, jumlahnya kecil kemungkinan 25 bps. Setelah itu gradual. Ini kan menunggu. Masalah persepsi. Mudah-mudahan segera diputusjkan agar kepastian itu muncul," ucapnya.

Untuk menjaga agar dana asing tetap diparkir di dalam negeri, Perry menyebutkan, BI sebagai otoritas moneter menyiapkan kebijakan dengan memperpendek holding period untuk SBI yang saat ini satu bulan menjadi satu minggu.

"Holding period untuk BI yang sekarang sebulan akan kami perpendek jadi seminggu. Jadi investor asing yang jual saham yang ingin melarikan diri bisa diinvestasi ke SBI. Jadi cukup seminggu bisa dijual lagi. Ada juga optimalisasi swap hedging untuk proyek jangka panjang atau kebutuhan investasi jangka panjang," jelas Perry.

Dengan begitu, kata Perry, aliran dana asing tetap mengendap di dalam negeri. Di sisi lain, sambung dia, kondisi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat perlambatan ekonomi dan rupiah yang terus melemah bisa diminimalisir.

"Memang kamu lihat wajah saya gembira? Sedih ini (karena banyak PHK). Ya memang kondisinya saat ini lagi begitu (perlambatan ekonomi)," jelas Perry.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00