EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.520
13.540
au AUD 10.230 10.260
sg SGD 9.980 10.000
hk HKD 1.730 1.740
cn CNY 2.030 2.040
eu EUR 15.900 15.930
tw NTD 460
465
th THB 412 415
jp JPY 120.3 121.3
(Monday) 20 November 2017 
17:00 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 17.910 17.960
ca CAD 10.650 10.700
ch CHF 13.680 13.730
sa SAR 3.595
3.625
nz NZD
9.300 9.350
my MYR 3.235
3.255
ph PHP 263 273
kr KRW 12.1 12.3
bnd BND 9.970 9.990

Dolar AS Rp 14.700, BI: Fundamentalnya Rp 13.300-13.700

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Senin, 28/09/2015 17:58 WIB
Dolar AS Rp 14.700, BI: Fundamentalnya Rp 13.300-13.700

Jakarta -Tekanan global tak bisa dihindari. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kian terperosok. Hari ini, dolar AS terus menekan rupiah hingga nyaris Rp 14.700.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, kondisi nilai tukar rupiah saat ini sudah dalam posisi undervalue. Dalam posisi fundamental, dolar AS seharusnya berada di level Rp 13.300-Rp 13.700.

"Kalau dilihat kurs sekarang sudah semakin undervalue. Kalau fundamentalnya itu Rp 13.300-Rp 13.700 di kuartal ketiga dan keempat," kata dia saat ditemui di Ruang Banggar, Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2015).

Perry mengatakan, selain karena faktor eksternal, tertekannya nilai tukar rupiah disebabkan masalah persepsi. Masyarakat menganggap jika penempatan dana yang paling aman adalah di instrumen dolar AS, yang saat ini terus menguat.

"Di global ada wacana kenaikan Fed fund rate, dolar menguat. Di dalam negeri banyak orang belum perlu beli dolar tapi beli. Jadi, ini masalah persepsi," terang dia.

Namun, Perry menyebutkan, ketidakpastian tersebut perlahan akan mulai berakhir. Gubernur bank sentral AS Janet Yellen mengisyaratkan jika suku bunga acuan AS akan dinaikkan pada Desember 2015.

"Madam Yellen sudah sampaikan kenaikan Desember, jumlahnya kecil kemungkinan 25 bps. Setelah itu gradual. Ini kan menunggu. Masalah persepsi. Mudah-mudahan segera diputusjkan agar kepastian itu muncul," ucapnya.

Untuk menjaga agar dana asing tetap diparkir di dalam negeri, Perry menyebutkan, BI sebagai otoritas moneter menyiapkan kebijakan dengan memperpendek holding period untuk SBI yang saat ini satu bulan menjadi satu minggu.

"Holding period untuk BI yang sekarang sebulan akan kami perpendek jadi seminggu. Jadi investor asing yang jual saham yang ingin melarikan diri bisa diinvestasi ke SBI. Jadi cukup seminggu bisa dijual lagi. Ada juga optimalisasi swap hedging untuk proyek jangka panjang atau kebutuhan investasi jangka panjang," jelas Perry.

Dengan begitu, kata Perry, aliran dana asing tetap mengendap di dalam negeri. Di sisi lain, sambung dia, kondisi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat perlambatan ekonomi dan rupiah yang terus melemah bisa diminimalisir.

"Memang kamu lihat wajah saya gembira? Sedih ini (karena banyak PHK). Ya memang kondisinya saat ini lagi begitu (perlambatan ekonomi)," jelas Perry.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00