EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.600
14.630
au AUD 10.660 10.690
sg SGD 10.625 10.645
hk HKD 1.858 1.868
cn CNY 2.115 2.125
eu EUR 16.660 16.690
tw NTD 470
475
th THB 440 445
jp JPY 131,5 132,5
(Thursday) 16 August 2018 
17:25 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.650 18.700
ca CAD 11.185 11.235
ch CHF 14.730 14.780
sa SAR 3.920
3.950
nz NZD
9.700 9.750
my MYR 3.570
3.590
ph PHP 275 285
kr KRW 12.8

13

bnd BND 10.600 10.620


 

Dolar AS Nyaris Rp 14.500, BI: Tak Perlu Panik

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Kamis, 17/09/2015 19:32 WIB
Dolar AS Nyaris Rp 14.500, BI: Tak Perlu Panik

Jakarta -Detik-detik menjelang pengumuman soal suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS), yaitu The Federal Reserve (The Fed), rupiah terus tertekan. Dolar AS makin menguat hingga nyaris menyentuh level Rp 14.500.

Apa tanggapan BI?

"Tidak perlu panik, tapi kita tetap waspada, BI akan selalu jaga di pasar, volatilitas jangan sampai drastis. Year to date (sejak Januari 2015) volatilitas di 7-8%, akan dijaga sekecil mungkin," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, saat jumpa pers di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Kamis (17/9/2015).

Dia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan berbagai perhitungan jika ternyata suku bunga The Fed jadi dinaikkan. Hari ini BI mempertahankan tingkat suku bunga acuannya, yakni BI Rate, tetap di 7,5%. Keputusan ini dinilai Tirta cukup untuk menahan arus dana tak ke luar.

"Kami sudah antisipasi kalau sampai dengan Fed naikkan suku bunganya. Ekspektasi kita poinnya nggak akan tinggi, jadi kami tetapkan BI rate di 7,5%," katanya.

Sebagai otoritas moneter, Tirta mengatakan, pihaknya akan selalu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan melakukan operasi moneter dan valas.

Hingga akhir Agustus 2015, jumlah cadangan devisa Indonesia tercatat US$ 105,3 miliar. Jumlah ini turun US$ 2,3 miliar, dibandingkan posisi akhir Juli 2015 sebesar US$ 107,6 miliar.

Penurunan cadangan devisa disebabkan oleh peningkatkan kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta penggunaan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.

"BI selalu ada di pasar untuk stabilkan rupiah," katanya.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00