EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.310
13.330
au AUD 10.560 10.590
sg SGD 9.885 9.905
hk HKD 1.703 1.713
cn CNY 2.018 2.028
eu EUR 15.940 15.970
tw NTD 454
459
th THB 402 405
jp JPY 118.7 119.7
(Friday) 22 September 2017 
17:15 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.130 18.180
ca CAD 10.895 10.945
ch CHF 13.800 13.850
sa SAR 3.525
3.555
nz NZD
9.780 9.830
my MYR 3.155
3.175
ph PHP 259 269
kr KRW 11.8 12
bnd BND 9.875 9.895

Dolar AS Nyaris Rp 14.500, BI: Tak Perlu Panik

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Kamis, 17/09/2015 19:32 WIB
Dolar AS Nyaris Rp 14.500, BI: Tak Perlu Panik

Jakarta -Detik-detik menjelang pengumuman soal suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS), yaitu The Federal Reserve (The Fed), rupiah terus tertekan. Dolar AS makin menguat hingga nyaris menyentuh level Rp 14.500.

Apa tanggapan BI?

"Tidak perlu panik, tapi kita tetap waspada, BI akan selalu jaga di pasar, volatilitas jangan sampai drastis. Year to date (sejak Januari 2015) volatilitas di 7-8%, akan dijaga sekecil mungkin," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, saat jumpa pers di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Kamis (17/9/2015).

Dia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan berbagai perhitungan jika ternyata suku bunga The Fed jadi dinaikkan. Hari ini BI mempertahankan tingkat suku bunga acuannya, yakni BI Rate, tetap di 7,5%. Keputusan ini dinilai Tirta cukup untuk menahan arus dana tak ke luar.

"Kami sudah antisipasi kalau sampai dengan Fed naikkan suku bunganya. Ekspektasi kita poinnya nggak akan tinggi, jadi kami tetapkan BI rate di 7,5%," katanya.

Sebagai otoritas moneter, Tirta mengatakan, pihaknya akan selalu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan melakukan operasi moneter dan valas.

Hingga akhir Agustus 2015, jumlah cadangan devisa Indonesia tercatat US$ 105,3 miliar. Jumlah ini turun US$ 2,3 miliar, dibandingkan posisi akhir Juli 2015 sebesar US$ 107,6 miliar.

Penurunan cadangan devisa disebabkan oleh peningkatkan kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta penggunaan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.

"BI selalu ada di pasar untuk stabilkan rupiah," katanya.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00