EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.505
13.525
au AUD 10.310 10.340
sg SGD 10.040 10.060
hk HKD 1.730 1.740
cn CNY 2.043 2.053
eu EUR 16.000 16.030
tw NTD 461
466
th THB 414 417
jp JPY 121 122
(Thursday) 24 November 2017 
17:15 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 17.780 18.030
ca CAD 10.660 10.710
ch CHF 13.775 13.825
sa SAR 3.590
3.620
nz NZD
9.400 9.450
my MYR 3.280
3.300
ph PHP 265 275
kr KRW 12.3 12.5
bnd BND 10.030 10.050

 

 

Dolar AS Nyaris Rp 14.500, BI: Tak Perlu Panik

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Kamis, 17/09/2015 19:32 WIB
Dolar AS Nyaris Rp 14.500, BI: Tak Perlu Panik

Jakarta -Detik-detik menjelang pengumuman soal suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS), yaitu The Federal Reserve (The Fed), rupiah terus tertekan. Dolar AS makin menguat hingga nyaris menyentuh level Rp 14.500.

Apa tanggapan BI?

"Tidak perlu panik, tapi kita tetap waspada, BI akan selalu jaga di pasar, volatilitas jangan sampai drastis. Year to date (sejak Januari 2015) volatilitas di 7-8%, akan dijaga sekecil mungkin," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, saat jumpa pers di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Kamis (17/9/2015).

Dia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan berbagai perhitungan jika ternyata suku bunga The Fed jadi dinaikkan. Hari ini BI mempertahankan tingkat suku bunga acuannya, yakni BI Rate, tetap di 7,5%. Keputusan ini dinilai Tirta cukup untuk menahan arus dana tak ke luar.

"Kami sudah antisipasi kalau sampai dengan Fed naikkan suku bunganya. Ekspektasi kita poinnya nggak akan tinggi, jadi kami tetapkan BI rate di 7,5%," katanya.

Sebagai otoritas moneter, Tirta mengatakan, pihaknya akan selalu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan melakukan operasi moneter dan valas.

Hingga akhir Agustus 2015, jumlah cadangan devisa Indonesia tercatat US$ 105,3 miliar. Jumlah ini turun US$ 2,3 miliar, dibandingkan posisi akhir Juli 2015 sebesar US$ 107,6 miliar.

Penurunan cadangan devisa disebabkan oleh peningkatkan kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta penggunaan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.

"BI selalu ada di pasar untuk stabilkan rupiah," katanya.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00